trubus.id
Krisis Iklim Ancam Kepunahan Keanekaragaman Hayati Indonesia sampai Titik Terkecil

Krisis Iklim Ancam Kepunahan Keanekaragaman Hayati Indonesia sampai Titik Terkecil

Binsar Marulitua - Senin, 13 Jan 2020 08:00 WIB

Trubus.id -- Krisis iklim telah mendorong bencana alam terus meningkat dan berdampak semakin parah. Hal tersebut menjadi ancaman besar pada rusaknya habitat keanekaragaman hayati Indonesia.

Profesor Riset Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rosichon Ubaidillah mengatakan berbagai penelitian menunjukkan krisis iklim berdampak pada meningkatnya fenomena pergeseran biogeografis, ketidakcocokan tanaman berbunga dan penyerbuknya, dan mungkin meningkat hingga tingkat kepunahan.

Ia menjelaskan, dampak dari dari perubahan iklim telah menyentuh bumi hingga ke titik terkecil, seperti serangga penyerbuk yang berperan penting dalam regenerasi dan reproduksi tanaman dalam ekosistem hutan maupun sistem pertanian

“Sekitar 80 sampai 90 persen tanaman berbunga bergantung pada penyerbukan alami oleh serangga untuk beregenerasi dan memproduksi buah atau makanan yang berguna sebagai bahan makanan untuk hewan lain,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Baca Lainnya : Garap 'Semesta', Nicholas Saputra Kampanyekan Perubahan Iklim Melalui Kearifan Lokal

Rosichon menerangkan, krisis iklim berdampak bukan hanya pada serangga penyerbuk namun juga proses penyerbukan itu sendiri. Krisis iklim telah mempengaruhi perilaku makan, kawin dan migrasi serangga penyerbuk.

“Perubahan temperatur bumi telah mempengaruhi lama waktu penyerbukan, berbunga hingga produksi buah sehingga akan menggangu konservasi agroekosistem dan ekosistem liar,” ujarnya.

Dirinya mencontohkan keberadaan tawon Ara yang memegang peranan penting proses penyerbukan pohon Ara dalam menyediakan buah sebagai sumber makanan burung, primata dan hewan lainnya.

“Jika tawon Ara punah, maka seluruh sistem pun akan jatuh,” jelas Rosichon.

Sebagai negara yang hidup dengan keragaman hayatinya, komitmen dari pemerintah sangat diharapkan untuk menangani krisis iklim yang mengancam keberadaan keanekaragaman hayati  Indonesia.

Baca Lainnya : Kurangi Emisi Karbon, Indonesia Dorong Potensi

“Kita harus benar-benar mengurangi dampak krisis  karena kita sangat bergantung pada kekayaan keanekaragaman hayati,” tutup Rosichon.

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020