trubus.id
Warga Kampung Belentuk Buat Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga

Warga Kampung Belentuk Buat Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga

Thomas Aquinus - Senin, 06 Jan 2020 13:00 WIB

Trubus.id -- Kampung Belentuk, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Bogor tidak mempunyai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sehingga membutuhkan pengelolaan sampah yang dapat dimanfaatkan secara optimal. Oleh sebab itu, melalui program Dosen Mengabdi, IPB University melakukan sosialisasi pembuatan pupuk organik cair yang dihasilkan dari sampah organik sisa sayuran dan buah.

Dosen IPB University, Ika Resmeiliana dihadapan 28 warga Kapung Belentuk mengatakan bahwa pupuk cair sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. 

“Warga Kampung Belentuk sudah peduli terhadap lingkungan. Dalam hal ini telah sadar mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik. Masyarakat telah berupaya membuat lubang biopori, hanya saja keluhannya adalah lubang biopori cepat penuh, karena sampah organik sisa masakan dan sisa sayuran/kulit buah segar dijadikan satu dalam lubang biopori. Oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan sampah organik sisa sayuran segar dan buah salah satunya adalah dibuat pupuk organik cair. Pupuk organik cair ini sangat bermanfaat bagi tanaman,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Trubus.id.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengapresiasi Kampung Belentuk yang telah aktif dalam kegiatan menjaga lingkungan. Selain sudah memiliki kurang lebih 200 lubang biopori dan composting, Kampung Belentuk sudah tecatat menjadi kampung terbersih versi perumahan swadaya dari Radar Bogor tahun 2019. Hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat sudah mulai belajar mandiri dan berupaya untuk memanfaatkan limbah yang ada di sekitar lingkungannya.

Fauziah, salah satu kader Kelompok Wanita Tani (KWT) mengucapkan terima kasih kepada LPPM IPB University yang telah memberi kesempatan kepada Kampung Belentuk untuk belajar mengenai pupuk organik cair.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu dosen dan fasilitator, dengan adanya kegiatan dosen mengabdi dapat menambah pengetahuan masyarakat . Semoga ilmunya bisa bermanfaat dan ke depannya bisa diapresiasi lagi. Pupuk organik cairnya sudah jadi dan sudah diaplikasikan ke tanaman,” ujarnya.

FAuziah juga berharap melalui dosen mengabdi kegiatan dapat terus berkelanjutan agar dapat memberikan kontribusi untuk memaksimalkan pengelolaan limbah rumah tangga. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

03 Juli 2020
02 Juli 2020
01 Juli 2020