trubus.id
Sroto Klamud, Soto Unik dari Purbalingga

Sroto Klamud, Soto Unik dari Purbalingga

Hernawan Nugroho - Jumat, 03 Jan 2020 09:00 WIB

Trubus.id -- Jika Trubus Mania seorang pecinta kuliner, maka patut mencoba makanan baru khas Purbalingga ini. Sroto klamud namanya.

Jika dilihat dari kuahnya, makanan ini memang serupa dengan soto pada umumnya. Perbedaan sroto klamud dengan soto lainnya terletak pada isian dan wadahnya. Soto satu ini berbahan dasar dan berwadah kelapa muda. Unik, kan?

Bagi yang ingin merasakan kelezatan soto ini, baiknya cek fakta menarik sroto klamud di bawah ini!

Klamud Singkatan dari Kelapa Muda

Mungkin Sobat Pesona bertanya-tanya mengapa makanan ini dinamakan sroto klamud? Jika dilihat dari bahan bakunya, mungkin Sobat Pesona sadar bahwa klamud merupakan singkatan dari kelapa muda. Hal ini bisa dibuktikan dari wadah dan isian soto khas Purbalingga ini yang menggunakan kelapa muda.

Baca Lainnya : Jika Disimpan dengan Baik, 10 Jenis Makanan Ini Tidak Akan Kedaluarsa

Ketupat yang Diganti dengan Ciwel

Jika sroto Purbalingga biasanya menggunakan nasi atau ketupat, sroto klamud ini menggunakan bahan non beras yakni menggunakan ciwel. Ciwel merupakan jajan pasar yang berwarna hitam kecokelatan yang terbuat dari tepung singkong yang direndam dalam cairan rendaman jerami padi. Ciwel ini memiliki tekstur yang kenyal sehingga menghasilkan kombinasi yang menarik dan rasa yang otentik khas Purbalingga.

Bihunnya Diganti Kelapa Muda

Sroto klamud juga tidak menggunakan bihun seperti umumnya sroto Purbalingga, melainkan menggunakan erutan kelapa muda. Sebagai pengganti bihun digunakan daging kelapa muda yang  diserut, ditaburi garam kemudian dikukus selama 30 menit agar rasa mentahnya hilang.

Baca Lainnya : 5 Hal yang Diprediksi Jadi Tren Makanan 2020

Wadahnya Menggunakan Batok Kelapa

Jika biasanya sroto disajikan menggunakan mangkok, lain halnya dengan sroto klamud yang menggunakan wadah langsung dari kelapa muda lengkap beserta serabutnya. Meskipun menggunakan batok kelapa, namun kuahnya tidak menggunakan air kelapa karena akan memberikan rasa asam. Selain itu, wadahnya juga digunakan hanya sekali pakai. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

01 April 2020
01 April 2020
01 April 2020

Baca Juga

Berita Lainnya