trubus.id
IPB University Sosialisasi Kesehatan dan Reproduksi Kepada Peternak Domba Bogor

IPB University Sosialisasi Kesehatan dan Reproduksi Kepada Peternak Domba Bogor

Thomas Aquinus - Selasa, 31 Des 2019 17:00 WIB

Trubus.id -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyakrat (LPPM) IPB University melalui program Dosen Mengabdi melakukan sosialisasi kesehatan dan reproduksi domba di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Bogor, beberapa waktu lalu.

Drh Yudi dari Divisi Reproduksi dan Kebidanan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) menjelaskan bahwa setiap kampung yang ada di Desa Harkat Jaya hampir seluruh masyarakatnya ialah peternak domba. Inilah yang menjadi alasan diadakannya kegiatan sosialisasi tentang domba di desa ini. Menurutnya domba merupakan jenis ternak yang biasanya banyak dipelihara di pedesaan. Hal ini dikarenakan domba mempunyai daya adaptasi yang tinggi, perawatan yang relatif mudah, cepat berkembang biak, dan banyak dibutuhkan masyarakat untuk berbagai acara seperti aqiqah, qurban, dan lain-lain.
 
“Reproduksi pada domba dipengaruhi faktor genetik, pakan, kesehatan dan kandang. Waktu ideal untuk reproduksi domba yaitu tiga kali kelahiran dalam dua tahun, jarak kelahiran sekitar delapan bulan dinilai normal, induk domba masih dapat merawat anaknya sekitar tiga bulan. Selain memperhatikan jarak waktu kelahiran domba, faktor penting lainnya yaitu pemilihan bibit. Domba dinilai baik dan bagus jika penampilan fisiknya normal dan tidak berpenyakit, tidak kurus, tidak terlalu gemuk dan terlihat lincah,” sambungnya.

Baca Lainnya : Mahasiswa IPB University Berperan Aktif Lakukan Pendampingan Masyarakat Desa

Pada kesempatan yang sama, Drh Wulan Dr drh Retno Wulandari dari Divisi Penyakit Dalam juga menyampaikan tentang manajemen kesehatan domba. Ia menjelaskan bahwa mengelola kesehatan domba sangatlah penting. Peternak harus mengetahui ciri-ciri mana domba yang sehat dan yang sakit. Sebab, bila manajemen kesehatan domba buruk, maka akan berdampak pada kerugian terhadap peternak itu sendiri.
 
Drh Wulan menambahkan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan domba seperti, perubahan iklim, suhu dan kelembaban udara. Adanya perubahan lingkungan yang ekstrem, kepadatan kandang yang tinggi, vertilisasi buruk, intensitas cahaya yang terlalu tinggi itu biasanya akan mempengaruhi dan menyebabkan hewan sakit.
 
Pada kesempatan ini, Atang, salah satu peternak domba dari Kampung Parigi, Desa Harkat Jaya mengutarakan tentang permasalahan kondisi dombanya yang kurang gemuk walau sudah diberikan pakan yang cukup dan teratur.

Baca Lainnya : IPB University Sosialisasikan Jamu Saintifik untuk Pengobatan

Menanggapi hal tersebut, Drh Wulan mengatakan bahwa kegemukan domba dapat dipengaruhi dari jenis pakan yang diberikan, lingkungan dan kesehatan domba itu sendiri. “Apabila domba yang diternak kurang gemuk, maka cobalah untuk memberikan jenis pakan yang memiliki kandungan protein cukup tinggi contohnya seperti dedak,” ujarnya.
 
Drh Yudi juga menambahkan pemberian pakan berupa rumput sebaiknya diberikan ke domba kondisi yang layu. Sebab rumput yang baru dipanen dan disimpan di karung itu memiliki kadar gas yang cukup tinggi, sehingga ketika dimakan domba akan mempengaruhi pencernaannya. Selain itu, waktu pengambilan rumput juga mempengaruhi kualitas rumput, maka disarankan peternak mengambil rumput yang sudah terkena sinar matahari, sebab agar terhindar dari adanya telur-telur cacing dan bakteri.

Baca Lainnya : Dosen Mengabdi IPB University Lakukan Pendampingan UMKM di Cimahpar Bogor
 
Sementara itu, Cecep selaku Ketua Gapoktan bidang pangan yang mengutarakan kebahagiaannya dengan adanya kehadiran para dosen dari IPB University ini untuk memberikan  pengetahuan seputar tentang domba.
 
“Sejujurnya, kami masih sangat minim pengetahuan akan hal itu, terutama apabila terjadi penurunan kondisi kesehatan pada domba-domba. Jadi harapannya ke depan kegiatan seperti terus ditingkatkan dan secara kontinu. Khususnya berupa pendampingan secara berkelanjutan untuk seluruh peternak-peternak yang ada di Desa Harkat Jaya ini,” ujarnya. 

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

27 Feb 2020
27 Feb 2020
27 Feb 2020

Baca Juga

Berita Lainnya