trubus.id
Anggota Negara-Negara OKI Belajar Kesuksesan Jaminan Kesehatan Nasional

Anggota Negara-Negara OKI Belajar Kesuksesan Jaminan Kesehatan Nasional

Astri Sofyanti - Kamis, 19 Des 2019 12:30 WIB

Trubus.id -- Negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyatakan ketertarikan untuk belajar dari keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal tersebut disampaikan sejumlah negara antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Maladewa dan Somalia seusai Diskusi Panel mengenai Universal Health Coverage/UHC (Cakupan Kesehatan Semesta) pada Konferensi Menteri Kesehatan (Menkes) OKI di Abu Dhabi belum lama ini. Para Menkes negara-negara tersebut menyampaikan langsung kepada Menkes RI, Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K), RI, dalam kesempatan pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi.

Pada Diskusi Panel UHC, Menkes Terawan memaparkan menjelaskan keberhasilan Indonesia mengembangkan JKN sejak tahun 2014. Meskipun ditegaskan bahwa UHC adalah cakupan pelayanan kesehatan namun dari segi kepesertaan, JKN telah mencapai keberhasilan dengan peserta mencapai 222 juta atau 83,5 persen dari total populasi Indonesia dan menurunkan Out of Pay (OOP) dari 54,8 persen menjadi 31,8 persen.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan pelaksanaan JKN untuk mencapai UHC melalui peningkatan kepesertaan, peningkatan manajemen pengelolaan dan kesinambungan,” kata Menkes Terawan ketika menjadi panelis di Konferensi Menteri Kesehatan (Menkes) OKI di Abu Dhabi.

Baca Lainnya : Penggunaan Resistensi Antibiotik pada Hewan Ternak Ancam Kesehatan Manusia

“Pemerintah Indonesia juga mengembangkan strategi-strategi baru untuk mengatasi defisit keuangan yang dialami BPJS Kesehatan,” kata Terawan mengutip siaran pers Kementerian Kesehatan, Kamis (19/12).

Berbagai upaya tersebut antara lain memperkuat tata kelola dan akuntabilitas anggaran, diversifikasi sumber anggaran JKN, termasuk dari pilantropi dan yayasan amal, pengembangan insentif untuk intervensi kesehatan yang efektif dan efisien serta mengembangkan strategi pendidikan dan regulasi dan rekrutmen tenaga kesehatan khususnya untuk di daerah terluar, terpencil dan tertinggal.

Menkes menyambut baik keinginan negara-negara OKI tersebut dan menegaskan siap membantu untuk proses pembelajaran dimaksud. Pada kesempatan itu, Terawan mempersilakan negara-negara lain untuk menerapkan hal-hal yang baik dan positif dari perkembangan JKN di Indonesia karena Pemerintah Indonesia masih terus mereformasi penyelenggaraan JKN, khususnya dalam mengatasi defisit keuangan BPJS.

Baca Lainnya : Kementan dan BPS Sepakat Satu Data Peternakan dan Kesehatan Hewan

Para Penelis yang mewakili negara-negara Palestina, Sudan, Pakistan, Afghanistan dan Sudan secara umum menekankannya pentingnya pencapaian UHC sebagai fondasi penting untuk tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2030. Para Panelis juga mendorong upaya peningkatan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional, penguatan pusat pelayanan kesehatan dasar serta akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. Para Panelis mengapresiasi komitmen politik para Kepala Negara/Pemerintahan pada High-Level Meeting on UHC Sidang Majelis Umum PBB bulan September 2019 untuk meningkatkan kerja sama antar negara dan mitra internasional mendukung suksesnya UHC.

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

09 April 2020
09 April 2020
09 April 2020

Baca Juga

Berita Lainnya