trubus.id
Peristiwa » Tinjau Pabrik Nanas Olahan di Lampung, Mentan Syah...
Tinjau Pabrik Nanas Olahan di Lampung, Mentan Syahrul Apresiasi Produksi Nanas Capai 2.500 Ton Per Hari

Tinjau Pabrik Nanas Olahan di Lampung, Mentan Syahrul Apresiasi Produksi Nanas Capai 2.500 Ton Per Hari

Astri Sofyanti - Selasa, 17 Des 2019 23:23 WIB

Trubus.id -- Produksi nanas PT Great Giant Pinaepple (GPP) yang berada di kawasan Terbanggi Besar, Lampung Tengah mencapai 2.500 metrix ton atau setara dengan 2.500 ton per hari dengan total luasan lahan perkebunan nanas seluas 31.000 hektare (Ha). Nanas-nanas tersebut nantinya akan diolah menjadi nanas kalengan siap ekspor ke sejumlah negara mulai dari China, Jepang, Korea Selatan, Midle East hingga Amerika Serikat dan banyak negara lainnya. Tak hanya nanas, perusahaan tersebut juga mengembangkan pisang sejak 2014 uang juga diekspor ke beberapa negara.

Lebih lanjut Welly mengatakan bahwa ekspor nanas kaleng tahun 2018 mencapai 17.000 kontainer. Sementara untuk tahun ini, dirinya mengatakan tidak banyak kenaikan tapi pihaknya memastikan ekspor nanas kaleng 2019 mencapai lebih dari 17.000 kontainer dengan nilai devisa sekitar 240 sampai 300 juta USD.

"Kenaikan yang tidak begitu signifikan disebabkan oleh beberapa faktor seperti menurunnya market dunia membuat harga jatuh dan kemarau panjang menjadi pemicunya. Insya Allah kami masih bertahan," demikian dikatakan Welly ketika melaporkan capaian hasil produksi nanas kaleng kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Bandar Lampung, Selasa (17/12).

Kepada Menteri Syahrul, Welly mengungkapkan jika pihaknya turut bermitra dengan sejumlah kelompok tani seperti di Tenggamus untuk mengembangkan pisang mas. "Didalam perjalananya, kami kekurangan lahan Pak Menteri, sehingga sekarang kami kembangkan kerjasama dengan petani di Tenggamus. Kerjasama ini kami lakukan tanpa kami menguasai lahan. Contohnya di Tenggamus ada sekitar 460 hektare. Meski begitu, dirinya tak menampik bahwa merja sama ini belum dilakukan secara maksimal. Meski begitu, kerjasama ini sudah mulai mengarah ke arah yang lebih baik terutama untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Merespon hal tersebut, Mentan Syahrul mengapresiasi capaian produktivitas nanas dan berbagai buah tropis lainnya yang dikembangkan di Lampung. "Saya mau Lampung menjadi lokomotif baru untuk pertanian dengan sasaran ekspor. Lampung juga harus menjadi mentor agar bebagai komoditas buah tropis kian diminati dunia. Mari kita bersama untuk membangun bangsa lebih baik ke depannya," ungkap Mentan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan bahwa pihaknya akan mempertahankan mutu dan kualitas buah ekspor lebih tinggi lagi. "Kita hanya menunggu waktunya sehingga ekspor komoditas pertanian Lampung akan semakin berjaya," beber Arinal.

Editor : System

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020