trubus.id
Lewat Rehabilitasi Panjang,  3 Orangutan Dilepasliarkan Setelah Diselamatkan dari Thailand

Lewat Rehabilitasi Panjang, 3 Orangutan Dilepasliarkan Setelah Diselamatkan dari Thailand

Binsar Marulitua - Selasa, 17 Des 2019 15:00 WIB

Trubus.id -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah kembali melepasliarkan tiga orangutan hasil repatriasi ke habitat di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBR) pada tanggal 15 Desember 2019. 

Ketiga orangutan yang segera dilepasliarkan terdiri atas satu betina dewasa bernama Suja beserta sepasang induk-anak bernama Warna dan Malee. Orangutan tersebut berhasil direpatriasi atau dipulangkan dari Thailand. 

Suja berhasil direpatriasi oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2008, sedangkan Warna dan Malee pada tahun 2016. 

Kini mereka dinilai telah siap untuk hidup liar di hutan alami Kalimantan, bersama delapan orangutan lainnya yang telah menyelesaikan proses rehabilitasi panjang di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng milik Yayasan BOS.

Baca Lainnya : Fenomena Kobra Bermunculan di Musim Hujan, Begini Tahapan Penanganan Korban Gigitan

Pelepasliaran ini hasil kerja sama antara BKSDA Kalimantan Tengah, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, USAID LESTARI, dan Yayasan BOS ini merupakan pelepasliaran orangutan yang ke-19 kalinya di TNBBBR, Kabupaten Katingan sejak dimulai tahun 2016 lalu, dan akan menambah populasi orangutan hasil rehabilitasi yang dilepasliarkan di taman nasional itu menjadi 161.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Adib Gunawan merasa sangat senang akhirnya bisa mengembalikan orangutan korban perdagangan ilegal kembali ke hutan.

Keberadaan dua orangutan yang sebelumnya kami repatriasi dari Thailand ini menunjukkan masih adanya harapan bagi orangutan, selama masih memenuhi sejumlah persyaratan, seperti usia dan kemampuan untuk mempelajari dan mengembangkan keterampilan hidup alami, untuk menjalani proses rehabilitasi dan kembali dilepasliarkan ke alam.

Hal ini, lanjut Adib Gunawan, merupakan bukti kerja sama yang baik antara para pemangku kepentingan yang berkomitmen tinggi seperti Yayasan BOS dan USAID LESTARI untuk melestarikan orangutan yang dilindungi undang- undang. 

Baca Lainnya : Kenapa Ular Kobra Muncul di Musim Hujan?

Keberhasilan  memulangkan orangutan yang sebelumnya menjadi korban penyelundupan juga membuktikan bahwa Anda bisa berpartisipasi melindungi lingkungan hidup dengan melaporkan upaya memburu, menangkap, membunuh, atau memelihara satwa yang dilindungi Undang-Undang seperti orangutan. 
"Mari kita jaga dan lindungi hutan kita dan isinya lebih baik mulai sekarang.” jelas Adib Gunawan seperti dikutip KSDAE KLHK, 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020