trubus.id
Ini Alasan NTT  Dinobatkan "Best Value Places to Visit in 2020” Versi Lonely Planet

Ini Alasan NTT Dinobatkan "Best Value Places to Visit in 2020” Versi Lonely Planet

Binsar Marulitua - Jumat, 13 Des 2019 15:30 WIB

Trubus.id -- Panduan jalan wisatawan Lonely Planet memasukkan Nusa Tenggara Timur (NTT) di peringkat 1 dalam “10 Best Value Places to Visit 2020”. Panduan perjalanan terbesar di dunia yang bermarkas di Melbourne Australia ini memberikan atensi pada kawasan pesisir nan indah namun masih sepi turis dan menawarkan beragam akomodasi dengan harga terjangkau.

Seperti yang dikutip dalam situs resminya; www.lonelyplanet.com, NTT disebut tidak kalah indah dari destinasi lain di Indonesia, seperti Bali dan Lombok. Salah satu keunggulan NTT adalah suasananya yang cukup tenang.

"Pulau-pulau (di NTT) adalah rumah bagi pantai-pantai yang alami, dan lebih tenang daripada wilayah barat, dan salah satu tempat menyelam terbaik di Indonesia dapat ditemukan di Kepulauan Alor," tulis situs perjalanan yang menjadi rekomendasi traveler dunia tersebut.

Menurut Lonely Planet, di NTT wisatawan bisa merasa seperti pelopor. Karena, belum banyak orang yang berkunjung. Kondisi yang berbeda jika wisatawan berkunjung ke Bali, Lombok, dan Kepulauan Gili.

Baca Lainnya : UNESCO Tetapkan Pencak Silat Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia

Best Value Places to Visit in 2020 adalah pilihan pembaca Lonely Planet. Suara pembaca dikumpulkan sejak 22 October 2019 lalu. Pemilihnya bersifat global, untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

Selain Nusa Tenggara Timur di peringkat 1, destinasi lain yang dipilih pembaca Lonely Planet adalah Budapest, Hungaria di urutan ke-2, disusul Madya Pradesh, India (3), Buffalo New York, AS (4), Azerbaijan (5), Serbia (6), Tunisia (7), Cape Winelands (8), Athena Yunani (9), dan Zanzibar, Tanzania (10).

Jika anda menyambangi Nusa Tenggara Timur rasanya memang tidak ada habisnya. Sebut saja beberapa destinasi populer yang ada di sana, seperti Ende, Sumba, Kupang, hingga Maumere semua sangat menarik untuk dijelajahi.

Wisata ke Nusa Tenggara Timur nampaknya menjadi pilihan yang komplet. Pasalnya, selain kita bisa menikmati wisata alamnya yang memesona mata, budaya dan sejarah yang ada di Nusa Tenggara Timur juga sangat menarik untuk dikulik.

Maka tak heran kalau Lonely Planet menetapkan Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi pada tahun 2020.

Keindahan alam Nusa Tenggara Timur juga disebut lebih beragam dari Bali, yang selama ini menjadi tujuan utama turis mancanegara ke Indonesia.

Bagi anda berencana ke Nusa Tenggara Timur, ketahuilah bahwa Labuan Bajo atau Taman Nasional Komodo bukan satu-satunya objek wisata yang patut didatangi.

Apalagi setelah pemerintah berencana untuk menaikkan harga tiket masuk ke Pulau Komodo, demi menekan jumlah serbuan turis dan menjaga kelestarian alamnya.

Objek wisata yang juga patut dikunjungi di Nusa Tenggara Timur ialah Pantai Nembrala, Danau Kelimutu, Pulau Alor, Air Terjun Oenesu, Danau Sano Nggoang, Kota Ruteng, Bukit Cinta, Gua Kristal Kupang, Pantai Lasiana, dan Gua Batu Cermin.

Ada banyak cara menuju Nusa Tenggara Timur. Yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih transportasi menuju ke sana adalah ketahanan fisik, waktu, dan yang paling utama soal dana.

Baca Lainnya : Jokowi: UNESCO Evaluasi Penetapan Batik Sebagai Warisan Budaya Non Benda

Pertama, turis bisa naik kendaraan pribadi dari Jakarta menuju Banyuwangi, lalu menyeberang dari Pelabuhan Ketapang sampai Pelabuhan Gilimanuk di Bali.

Dari Bali, turis bisa menyetir sampai Pelabuhan Benoa untuk naik kapal feri ke Pelabuhan Labuan Bajo.

Sesampainya di Labuan Bajo, turis masih harus berkendara sekitar sembilan jam untuk sampai Kupang, pusat kota Nusa Tenggara Timur.

Kedua, naik bus. Dari Denpasar ada banyak bus yang memiliki rute menyeberang dari Pelabuhan Padang Bai sampai Lombok.

Sampai di Lombok, bus akan mengarah ke Terminal Mandalika lalu melanjutkan perjalanan sampai Terminal Bima.

Tiba di Terminal Bima, traveler masih harus melanjutkan perjalanan sampai Pelabuhan Sape untuk menyeberang sampai Labuan Bajo.

Ketiga, naik kapal. Setidaknya ada 74 pelabuhan di Nusa Tenggara Timur, namun yang berfungsi maksimal baru 14 pelabuhan.

Ada dua kapal yang melayani penyeberangan rute Bali - Labuan Bajo, yaitu KM Tilongkabila dan KM Wilis.

KM Tilongkabila berangkat dari Pelabuhan Benoa, jam 09.00 dan 14.00, dengan rute Denspasar - Mataram - Bima - Labuan Bajo.

Lalu KM Wilis berangkat dari Pelabuhan Benoa, jam 15.00 dengan rute Denpasar - Badas (Sumbawa) - Labuan Bajo. Perjalanan kapal ini jauh lebih lama, sekitar sehari semalam.

Keempat dan yang paling mudah - walau masih makan waktu dan harga tiketnya tak murah, ialah naik pesawat. Setiap pesawat dari Jakarta atau Bali pasti mendarat di Bandara Internasional El Tari di Kupang. 

Penerbangan dari Jakarta tanpa transit berdurasi sekitar dua jam. Durasi penerbangan dari Bali tentu saja lebih pendek.

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

06 Juli 2020
06 Juli 2020
06 Juli 2020