trubus.id
Mahasiswa UI Luncurkan Kaki Prostesis dengan Harga Jauh Lebih Murah

Mahasiswa UI Luncurkan Kaki Prostesis dengan Harga Jauh Lebih Murah

Thomas Aquinus - Selasa, 10 Des 2019 18:00 WIB

Trubus.id -- Permasalahan yang dihadapi oleh difabel bukan hanya diskriminasi, namun juga keterbatasan akses publik dan mahalnya biaya alat bantu penunjang disabilitas yang menjadikan para difabel kesulitan mendapatkan perlakuan setara. Dikatakan Aarifin Julian, Team Leader and Product Development Afta Bionic, prostesis tangan dengan sistem gerak yang fungsional saat ini harganya berkisar Rp500 juta. Nilai tersebut belum termasuk dengan biaya operasi yang harganya lebih kurang Rp150 juta.

Melihat permasalahan yang harus dihadapi para disabilitas tersebut membuat Arifin yang duduk di semester akhir Universitas Indonesia membuat tangan dan kaki prostesis dengan biaya yang jauh lebih murah. 

“Difabel seharusnya juga memiliki kesempatan kerja, dan bahkan seharusnya bukan sekadar mendapatkan pekerjaan tetapi menyesuaikan skill dan passion yang dimiliki,” tutur Arifin Julian.

Dijelaskan Arifin terbentuknya Afta Bionic berawal dari sebuah tim riset pada tahun 2017 yang dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Namun dirinya mengatakan, jika ingin membuat inovasi yang berguna untuk masyarakat tidak cukup hanya sebatas riset saja. 

Baca Lainnya : Makin Meriah, Festival Relawan 2019 Bakal Dihadiri Ribuan Peserta

“Kita ingin membantu orang-orang disabilitas tidak hanya kasih kaki palsu saja, tapi kita empowering mereka agar bisa berkembang kedepannya”, ujarnya dalam grand launching kaki prostetik Afta Bionic di @america, Pasific Place, Kamis (5/12).

Untuk itulah dirinya bersama tim Afta Bionic mempunyai impian riset yang dilakukannya dapat menjadi usaha yang berkelanjutan. Mulai tahun depan Afta Bionic akan melakukan mass manufacturing kaki prostesis karena banyak yang membutuhkan.

“Ini ngga bisa sustain kalau hanya sebuah tim riset, kita ngga hanya bisa terus-terusan mengandalkan dana dari negara. Kita harus improve untuk start yang namanya social entreprise. Akhirnya kami mengikuti Young Changemakers Social Enterprise Academy”, katanya. 

Diakui Arifin semenjak mengikuti Young Changemakers Social Enterprise Academy dirinya bisa belajar membangun sebuah startup social dan menyeimbangkan profit dan impact. Semenjak itulah dirinya makin yakin menjadikan Afta bionic sebagai social entreprise yang membantu difabilitas dengan teknologi.

Arifin Julian, Team Leader and Product Development Afta Bionic (Foto: Campaign)

Sebelum memproduksi kaki prostesis, Arifin mengatakan Afta Bionic telah menciptakan tangan prostesis yang bisa dikendalikan oleh gelombang otak. “Kita  memanfaatkan teknologi Electroencephalography (EEG) teknologi ngebaca gelombang otak dengan AI untuk merubah itu menjadi perintah gerakin tangan dan ini juga udah kita patenin dibawah naungan Universitas Indonesia juga yang saat ini masih tahap development dan akan target finish tahun depan dan tahun 2021 sudah siap mass manufacturing”, jelasnya. 

Namun berdasarkan usulan dari dokter RSCM yang menyarankan untuk membuat kaki prostetik karena data 2015 menunjukkan total daksa tangan maupun kaki di Indonesia ada 9 juta orang, dengan jumlah tuna daksa kaki 6 juta orang. Semenjak itulah, tim Afta Bionic mulai fokus menciptakan kaki prostetik.

Baca Lainnya : Precious One Mengajak Penyandang Disabilitas Bangun Rasa Percaya Diri

“Jadi kita coba turun tangan karena angka yang besar dan banyak yang membutuhkan. Karena untuk kaki aja rata-rata di angka 20-30 juta. Saat ini ada di angka 10 juta untuk disabilitas kakinya”, katanya.

Menurut Arifin, kaki prostesis yang diluncurkannya merupakan salah satu cara Afta Bionic menyelesaikan permasalahan kaki prostesis yang selama ini sering terjadi kasus tidak sesuai standar kesehatan dan kebutuhan difabel.

Sesi talkshow mengenai Changing Disability Into Ability (Foto: Campaign)

“Kami ingin kaki prostetik ini menjadi langkah awal bagi difabel meraih mimpi karena kami tidak hanya menyediakan kaki palsu, melainkan menjadikan difabel partner bagi kami untuk selanjutnya memiliki skill kerja yang bersaing,” lanjut Arifin.

Kaki prostesis ini dijual dengan harga Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) dengan kualitas yang tetap menyesuaikan standar difabel, yaitu nyaman dipakai dan tidak menyakitkan. Harapannya, kaki prostetik ini tidak sekadar dipakai tapi juga dapat meningkatkan semangat meraih mimpi dan menghapus label keterbatasan yang ada, sesuai nilai yang dibawa Afta Bionic, yaitu #ChangeDisabilityintoAbility.

“Karena kita social enterprise kita akan menggalang dana membantu teman-teman disabilitas agar menyediakan kaki palsu gratis untuk teman-teman disabilitas. Kita tidak cuman kasih kaki aja, tapi bantu training mereka sampai mereka benar-benar bisa jalan lagi”, katanya. 

Tim Afta Bionic memberikan penjelasan mengenai produk kaki prostetiknya (Foto: Campaign)

Kepada Trubus.id, Arifin mengatakan, dirinya membutuhkan waktu 3 hari untuk pembuatan kaki prostetik. “Jadi dari awal kita pencetakan di kaki prostetiknya sampai bisa dipakai itu 3 hari. Tapi kalau sampai pewarnaan terlihat jauh lebih bagus sekitar satu minggu selesai”, katanya. 

Sampai saat ini dirinya mengatakan produknya sudah dipakai oleh 5 orang di Surabaya dan 1 orang di Jakarta. “Kita masih belum up banget keluar, karena kalau ada permintaan kita hold dulu karena saat ini tim masih berfokus naikin kualitas dan grand launching dan setelah ini baru di up setelahnya”, pungkasnya. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

07 Agu 2020
04 Agu 2020
03 Agu 2020