trubus.id
Usai Uji Coba, Pemerintah Indonesia Siap Luncurkan B30

Usai Uji Coba, Pemerintah Indonesia Siap Luncurkan B30

Astri Sofyanti - Senin, 09 Des 2019 18:00 WIB

Trubus.id -- Pemerintah Indonesia meyakini bahwa biodesel atau atau bahan bakar nabati (BBN) untuk mesin atau motor diesel berupa ester metil asam lemak (minyak nabati atau fatty acid methyl ester/FAME) menjadi salah satu andalan keluar dari jebakan defisit neraca transaksi berjalan. Setidaknya, semangat itulah yang mengemuka dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024 (RAN-KSB).
 
Inpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 22 November 2019 lalu, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pekebun; penyelesaian status dan legalisasi lahan; pemanfaatan kelapa sawit sebagai energi baru terbarukan dan meningkatkan diplomasi untuk mencapai perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan; serta mempercepat tercapainya perkebunan kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan.
 
Poin kelapa sawit sebagai energi baru terbarukan (EBT), yakni sebagai biodiesel, memiliki makna penting dan strategis. Selain ramah lingkungan, pemanfaatan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai EBT, adalah juga dalam rangka solusi mengatasi ancaman boikot Eropa terhadap kelapa sawit Indonesia.
 
Sejatinya, sudah lama Indonesia mengupayakan pemanfaatan kelapa sawit sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Yang terbaru, lewat Kepmen 227 K/10/MEM/2019 tentang Pelaksanaan Uji Coba Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel 30 persen (B30) ke dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar Periode 2019, dimulai sejak 25 November 2019 kemarin.
 
“Uji coba berjalan dengan baik dari sisi performa kendaraan, monitoring, dan evaluasi yang dikerjakan oleh tim teknis,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Dadan Kusdiana dalam diskusi media di Forum Merdeka Barat (FMB 9) dengan tema “Diskriminasi Kelapa Sawit, B30 Siap Meluncur” di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (9/12).
 
Sebelumnya diketahui, uji coba B20 telah pula dilakukan dan berjalan sukses. Kedepan, setelah B30, pemerintah berniat untuk meneruskan program EBT ke B50 dan B100. Nantinya, selama dalam pelaksanaan B30, Kementerian ESDM menghitung, setidaknya 9,6 juta kiloliter Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk mendukung B30 pada tahun 2020. Jumlah tersebut didasarkan pada kebutuhan FAME 2019 sebesar 6,6 juta kiloliter.

Editor : System

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020