trubus.id
Menteri Pertanian dan Menteri PUPR Lakukan Penandatanganan Kerjasama Infrastruktur Pertanian

Menteri Pertanian dan Menteri PUPR Lakukan Penandatanganan Kerjasama Infrastruktur Pertanian

Astri Sofyanti - Selasa, 03 Des 2019 19:00 WIB

Trubus.id -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dn Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama infrastruktur pertanian dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

"Pertemuan ini adalah bukti dan komitmen Kementerian PUPR dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional," kata Basuki ketika melakukan penandatanganan kesepakatan di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (3/12).

Sementara Mentan Syahrul mengungkapkan bahwa kerjasama ini menjadi gerbang untuk menyelesaikan tugas-tugas besar pemerintah. Pasalnya usai diberikan amanah oleh Presiden Jokowi, Mentan Syahrul bertekat untuk tidak mengecewakan kepercayaan yang telah diamanatkan Presiden Jokowi kepadanya.

Oleh karena itu, Mentan Syahrul melanjutkan bahwa Kementan harus bersinergi. Melakukan diplomasi dengan mitra kerja dalam hal ini Kementerian PUPR yang mempunyai peran penting dalam tata kelola air.

"Kerja sama ini adalah salah satu bentuk konsolidasi teknokratik. Tidak mungkin Kementan bekerja sendiri untuk memenuhi pangan 267 jiwa rakyat Indonesia. Oleh karena itu kerja sama ini jangan dibatasi ke hal-hal teknis. Kita mulai inisiasi ke ranah sistem, manajemen dan rekayasa teknologi", kata Syahrul.

Ruang lingkup kerja sama antara Kementerian PUPR dan Kementan, oleh Basuki dijabarkan bahwa ke depan akan dilakukan sinkronisasi perencanaan pengembangan infrastruktur keairan dan lahan pertanian, penetapan lokasi dan kegiatan pengembangan infrastruktur serta kerja sama dalm hal operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana.

Selain itu, diakui Basuki, kedua kementerian ini akan melakukan pertukaran data dan informasi hasil penelitian pengembangan dan pemanfaatan produk pertanian sebagai bahan baku konstruksi seperti, penggunaan karet alam sebagai campuran aspal.

Syahrul dan Basuki berharap kerja sama ini dapat menghadirkan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia, khususnya petani kita dalam menghadapi tantangan.

"Kami akan fokus meningkatkan produksi pangan di 7 sampai 10 propinsi. Sisanya kita arahkan sebagai penyangga produk pertanian lainnya yang bisa kita orientasikan ke pasar internasional. Karena China pun menggemari buah-buahan dan bunga tropis kita," beber Syahrul.

“PUPR mengajak Kementan lebih banyak terlibat aktif di ICID, International Commission on Irrigation and Drainage, wadah pengembangan dan pengelolaan sumber daya air berbasis teknologi serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi dan drainase. Karena Indonesia adalah salah satu pendiri wadah tersebut," papar Basuki.

Editor : System

Berita Terkait

05 Des 2019
05 Des 2019
05 Des 2019

Berita Lainnya