trubus.id
Kementan Gandeng Seluruh Kampus Pertanian Indonesia Dorong Gerakan Pembangunan Pertanian

Kementan Gandeng Seluruh Kampus Pertanian Indonesia Dorong Gerakan Pembangunan Pertanian

Astri Sofyanti - Senin, 02 Des 2019 12:00 WIB

Trubus.id -- Demi mendorong gerakan pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia, Kementerian Pertanian akan berkolaborasi dengan mahasiswa di seluruh Kampus Pertanian di Indonesia untuk turut berkontribusi dalam sektor pertanian bekelanjutan terutama mewujudkan kedaulatan pangan.

“Pertanian bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga seluruh skateholder, termasuk dukungan dan erluya kolaborasi dengan mahasiswa di Fakultas Pertanian yang ada di seluruh Indonesia,” demikian dikatakan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri dalam keterangan persnya yang diterima, Senin (2/12).

Menurutnya, konsolidasi ini telah dimulai dari kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) dan kampus-kampus lain di seperti Universitas Hasanudin di Sulawesi Selatan dan  provinsi lainnya di Indonesia. Selanjutnya konsolidasi ini akan digulirkan ke wilayah Jawa Timur, Sulbar, Kalimantan dan daerah lainya.

Baca Lainnya : Tingkatkan Minat Generasi Muda di Sektor Pertanian, Kementan Dorong Program Pertanian Masuk Sekolah

"Kita mulai dari yang paling dekat di Jakarta yaitu IPB. Sebab, lokasi IPB tidak jauh dari kantor pusat Kementan. Tentu nanti bukan hanya IPB, kami jga menggulirkan ke alumni pertanian dari UGM, Unhas dan fakultas Pertanian di seluruh Indonesia," katanya.

Menurut Kuntoro, gerakan konsolidasi antar fakultas pertanian ini dilakukan untuk menggali berbagai potensi dan ide-ide besar kalangan akademisi dalam membangun pertanian ke depan.

"Kita mencoba untuk menggali ide-ide mereka serta melakukan komunikasi untuk menjalin networking yang lebih baik dalam memajukan semua sektor pertanian di Indonesia," ujarnya.

Baca Lainnya : Kementerian Pertanian dan Alumni IPB, Dorong ABGC Konsolidasi Gerakan Pertanian

Saat ini Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sudah membangun program jangka pendek dan jangka panjang yang berkaitan dengan program pertanian di Indonesia. Untuk itu, diperlukan pengoptimalan serius sumberdaya dari berbagai pihak, termasuk kalangan mahasiswa dan akademisi.

"Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) sudah membuat beberapa program jangka pendek dan  jangka menengah  yang terkait dengan pembagunan pertanian, untuk itu, kita perlu masukan dari semua pihak," paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, salah satu program saat ini sudah berjalan adalah Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Program ini diluncurkan untuk meningkatkan produksi dalam negeri serta meningkatkan daya saing di pasar internasional.

"Bapak Menteri sudah mencanangkan Gratieks sebagai upaya keras peningkatan volume ekspor. Yang kedua megoptimalkan sumber daya yang kita miliki untuk mengurangi impor komoditas pertanian. Kemudian kita juga membuat antisipasi supaya pasar kita tetap kondusif dan efisien. Yang jelas, ke depan bicara kita adalah ekspor," pungkasnya.

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020