trubus.id
Nusatic 2019 dan Trubus Agro Expo 2019 Resmi Ditutup, Perputaran Transaksi Capai Rp20 Miliar

Nusatic 2019 dan Trubus Agro Expo 2019 Resmi Ditutup, Perputaran Transaksi Capai Rp20 Miliar

Binsar Marulitua - Senin, 02 Des 2019 06:31 WIB

Trubus.id -- Pameran dan Kontes Ikan Hias Indonesia Nusantara Aquatic/NUSATIC ke-4 yang tahun ini disinergikan dengan Trubus Agro Expo 2019, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang resmi ditutup. Pameran ini sudah berlangsung sejak 29 November – 1 Desember 2019. 

Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Hayati, Suparman yang hadir mewakili Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan transaksi pada kegiatan ini sekitar Rp10-20 miliar. Perputaran ekonomi yang terjadi bisa lebih tinggi lagi jika dihitung dengan tingkat hunian hotel dan biaya perjalanan. 

“Hal ini membuktikan bahwa event-event seperti ini akan menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Suparman di Tangerang-Banten, Minggu (01-12-2019). 

Baca Lainnya : Nusantara Aquatic 2019, Memantik Ikan Hias Indonesia Menuju Pasar Dunia

Suparman menjelaskan, perairan tawar Indonesia dihuni sekitar 1.248 jenis ikan, 243 jenis di antaranya merupakan spesies endemik dan 122 jenis udang hias, sedangkan di perairan laut Indonesia terdapat sekitar 3.476  jenis ikan. 

“Sampai dengan tahun 2018, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan selalu menempati peringkat ke-3 kontributor tertinggi pada PDB Indonesia. Hal ini menunjukan peran sektor ini sangat penting dan strategis dalam pertumbuhan ekonomi Nasional,” tambahnya. 

Potensi lainnya terlihat dari tren produksi ikan hias yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2018 produksi ikan hias sekitar 1,8 miliar ekor dan diharapkan menjadi 2,34 miliar ekor pada tahun 2024. 

“Semua potensi tersebut harus digarap dengan serius, sehingga tidak hanya memberikan devisa bagi negara serta penyerapan tenaga kerja, tetapi juga sumber ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat,” terang Suparman. 

Baca Lainnya : KKP Bongkar 12 Rumpon Ilegal Diduga Milik Nelayan Filipina

Suparman kembali mengingatkan, sosialisasi dan edukasi publik terkait ikan hias juga dapat dilakukan dengan Gerakan Nasional “Display Ikan Hias Nusantara”. Gerakan Nasional tersebut dilakukan dengan cara pemasangan (display) instalasi aquarium dilakukan di area publik, antara lain perkantoran, rumah sakit, bandara, hotel, serta area publik lainnya baik pemerintah maupun swasta.

“Diharapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat menetapkan Maskot Ikan Hias yang sudah ditentukan melalui FGD dengan kementerian dan lembaga serta pihak terkait adalah Ikan Arwana Super Red ( Sceleropages formosus) sebagai  maskot ikan air tawar dan Banggai Cardinal ( Pterapogon kauderni) sebagai maskot ikan air laut,” ucapnya. 

Mengutip arahan Menko Luhut, Asdep Suparman juga mengatakan, sesuai dengan janji Presiden agar mempermudah iklim investasi dan perizinan. 

“Maka jika ada hambatan pada perizinan dan ekspor yang dialami, maka Saudara-Saudara dapat segera menyampaikan hambatan tersebut kepada saya atau menteri-menteri terkait untuk dicari solusi terbaik,” tutupnya. 

Lebih lanjut, Ketua Nusatic 2019, Sugiharto, mengharapkan kepada pemerintah agar bisa mengeluarkan peraturan, seperti izin khusus bagi ikan hias. 

“Kita berharap kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru bisa memperhatikannya, sehingga perlu ada registrasi yang baik, perlu ada pendataan antara eksportir dengan para pembudidaya, semisal berapa yang akan diberikan izin khusus supaya bisa ekspor. Tapi kita tidak perlu impor lagi, karena kita banyak ikan hias silangan Indonesia asli yang tidak ada di dunia lain,” ucapnya. 

Terkait dengan gelaran Nusatic 2019, Sugiharto memandang agar acara semacam ini harus tetap eksis dan berkembang setiap tahunnya, karena menurutnya, perhatian dunia internasional terhadap ikan hias nusantara sudah mulai meningkat. 

“Tadi pagi ada dari Tiongkok, mereka penyelenggara Aqurama, event sejenis Nusatic. Mereka ingin berpartisipasi dalam even Nusatic 2020, mereka terkejut dengan kekayaan ikan hias kita, di luar sana banyak pameran ikan hias, tetapi isinya didominasi pompa air, pakan dan lainnya, tetapi di Indonesia yang ditonjolkan dan yang menang adalah ikannya. Bahkan ada pengakuan dari Mr. Sean Willis, President Ornamental Fish Internasional, bahwa Indonesia harus menjadi pusat ikan hias dunia,” pungkas Sugiharto. 

Sebagai informasi, Nusatic dan Trubus Agro Expo 2019 diikuti oleh sekitar 400 stand pameran dengan total sekitar 4.500 ekor ikan hias, 650 tanaman, 200 aquascape dari 7 negara. Dihadiri sekitar 100.000 pengunjung serta 12 Kedutaan Besar Negara Sahabat (Tunisia, Suriname, Yaman, Korea Utara, Mozambik, Iran, Kazakhstan, Sudan, Somalia, Lybia, Panama dan Guenea Bissue).

 

 

 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

05 Des 2019
05 Des 2019
05 Des 2019

Baca Juga

Berita Lainnya