trubus.id
Hati-hati, Ini yang Bakal Terjadi Jika Kita Tidur Semalaman dalam Ruangan Ber-AC

Hati-hati, Ini yang Bakal Terjadi Jika Kita Tidur Semalaman dalam Ruangan Ber-AC

Hernawan Nugroho - Minggu, 01 Des 2019 23:00 WIB

Trubus.id -- Kebanyakan dari kita tinggal di kantor ber-AC sepanjang hari dan tidur di kamar ber-AC sepanjang malam. Terlalu lama di dalam suhu dingin seperti itu memang bisa membuat kita terbebas dari keringat, tetapi tentu saja tidak sehat. Mari melihat apa yang bisa terjadi ketika Trubus Mania tidur di kamar ber-AC sepanjang malam.

Baca Lainnya : Jadi, Berapa Lama Idealnya Tidur Cukup untuk Orang Dewasa?

Ketika kamu tidur di dalam kamar yang tertutup dan ber-AC, tiga hal utama yang bisa terjadi:

  1. Tidak ada ventilasi silang dan kurangnya udara segar: Ketika kamar ber-AC, kita  menutup pintu agar udara di dalamnya tetap dingin. Kita bahkan menutup jendela dan setiap sumber udara yang memungkinkan untuk membatasi udara segar dari luar karena tak ingin ruangan menjadi lebih hangat.
  2. Temperatur yang terlalu dingin: Sering kali, ketika kita tidur, suhu lingkungan kita biasanya di bawah kesukaan tubuh kita. Jika terbangun, kita dapat mematikan AC tetapi karena kita tidur, kita tidak dapat bereaksi.
  3. Kekeringan: Pendingin udara menyerap semua kelembaban yang ada di udara, atau dalam hal ini, bahkan dari tubuh kita.

Nah, tiga konsekuensi dari kamar ber-AC ini memiliki tiga dampak berikut pada tubuh kita:

  • Kurangnya udara segar bisa membuat seseorang merasa lelah terus-menerus. Jika kamu salah satu dari mereka yang juga tidak meninggalkan lingkungan ber-AC di siang hari, kondisimu bisa menjadi parah dan dapat menyebabkan berkembangnya kondisi yang dikenal sebagai 'sick building syndrome'. Ini mengacu pada kondisi kelelahan yang konstan. Juga, jika saluran AC tidak dibersihkan dari waktu ke waktu kamu bahkan mungkin mengalami kesulitan bernapas. Ini karena AC akan menjadi tempat berkembang biaknya patogen seperti jamur, bakteri, dan jamur.
  • Suhu rendah dapat menyebabkan kontraksi otot, sakit kepala dan sakit punggung. Ketika tubuh berada dalam suhu di bawah yang disukainya, ia mengembangkan rasa sakit pada persendian dan otot-otot yang mungkin menjadi rematik selama periode waktu tertentu. Jika situasinya semakin parah, rasa sakit tersebut dapat berkembang menjadi radang sendi.
  • Karena AC, tanpa bias, mengeluarkan semua kelembaban dari lingkungan, AC juga dapat mengeluarkan kelembapan yang baik dari kulit, menjadikannya rapuh dan melar. Sebagai hasil dari kurangnya kelembapan, kulit juga mulai kehilangan elastisitasnya, menjadi rentan terhadap kerutan. Ini, pada gilirannya, mempercepat penuaan. Ini juga membuat kulit rentan terhadap gangguan kulit lainnya. Selain itu, ia bisa mengeluarkan uap air dari mata sehingga menjadi merah atau mengarah ke penglihatan kabur.

Baca Lainnya : Hindari Insomnia, Begini Pola Makan yang Baik untuk Tingkatkan Kualitas Tidur

Konsep 'sard-garam' (termoregulasi)

Kesalahan lain yang sering dilakukan seseorang adalah keluar dari lingkungan ber-AC kemudian langsung bertemu lingkungan yang panas dan terik. Kebiasaan ini sangat merusak tubuh karena tubuh tidak dapat dengan cepat beradaptasi dengan perubahan suhu karena sifat termoregulasi. Ini dapat meningkatkan rasa lelah dan bahkan dapat merusak kulit dalam proses tersebut.

 

Editor : System

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020