trubus.id
Kebiasaan Buruk yang Membahayakan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan

Kebiasaan Buruk yang Membahayakan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan

Hernawan Nugroho - Minggu, 01 Des 2019 09:00 WIB

Trubus.id -- Banyak yang tak sadar selama ini sudah melakukan kebiasaan yang dapat mengancam kesehatan. Berikut ini HealthToday telah merangkum beberapa di antaranya. mari kenali kebiasaan buruk yang dapat membahayakan telinga, hidung, dan tenggorokan, lalu segera menghentikannya.

1. Mengupil

Siapa yang tidak pernah merasakan nikmatnya mengupil? Sayangnya, kebiasaan tersebut termasuk kebiasaan buruk yang harus segera ditinggalkan. Sebenarnya, upil adalah hasil buangan dari fungsi penyaringan udara oleh mukosa hidung, atau lendir yang berlebihan, yang kemudian mengering.

Alaminya, tubuh memiliki kemampuan untuk mengeluarkan kotoran, seperti keringat dan daki dari kulit, feses dari sistem pencernaan, demikian pula kotoran telinga dan lendir yang dihasilkan oleh hidung.

Selain itu, mengupil juga bisa sebabkan hidung berdarah. Bila ingin membersihkan kotoran hidung, jangan melakukannya asal-asalan, secara kasar, dan terlalu dalam, apalagi jika memiliki kuku panjang. Mengupil seperti itu akan memicu luka dan perdarahan hidung.

Bahkan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal medis “European Respiratory Journal” tahun 2018, mengupil dapat memudahkan penyebaran bakteri penyebab pneumonia yang berbahaya.

Baca Lainnya : Hidung Berair atau Tersumbat di Musim Pancaroba, Atasi dengan 5 Bahan Makanan Ini

2. Memasukkan benda asing

Kebiasaan ini terutama harus diperhatikan pada anak-anak. Mereka kerap memasukkan suatu benda ke telinga, hidung, dan tenggorokan. Pengawasan oleh orang tua dan/atau pengasuh sangat dibutuhkan.

Benda asing yang sering ditemukan pada anak meliputi kacang, busa sofa, peluru mainan pistol, baterai, dan lain-lain. Meski merupakan ketidaksengajaan, tetapi karena banyaknya kasus yang terjadi, jangan biarkan anak  yang belum cukup umur bermain dengan benda-benda berukuran kecil, atau meninggalkannya bermain sendirian tanpa pengawasan.

Bila sampai anak kemasukan benda asing, benda tersebut harus dikeluarkan oleh tenaga medis profesional. Jangan berinisiatif untuk mengeluarkannya sendiri dengan cara mencongkel, mengisap, menusuk, atau metode lainnya yang justru dapat membuat benda tersebut makin terdorong ke dalam.

3. Merokok dekat anak

Asap rokok  merupakan iritan dan racun, baik bagi perokok aktif maupun pasif. Anak-anak yang sering menghirup asap rokok terbukti sering mengalami penyakit pada telinga, hidung, dan tenggorokan. 

Penyebabnya adalah karena partikel asap rokok serta zat-zat kimia berbahaya di dalamnya dapat menyebabkan gangguan fungsi rambut halus di mukosa hidung, serta gangguan produksi lendir.

Meski jarang terjadi, salah satu risiko anak yang sering terpapar asap rokok adalah kanker paru. Tak hanya kanker paru, anak yang menjadi perokok pasif juga berisiko mengalami kanker lainnya saat dewasa, seperti limfoma dan leukemia. Tak hanya efek jangka panjang saat dewasa, anak yang sering mengisap asak rokok juga rentan mengalami berbagai penyakit saat kanak-kanak.

Editor : System

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020