trubus.id
Penyakit Ginjal dan Saluran Kencing pada Kucing? Ini Dia Penjelasannya

Penyakit Ginjal dan Saluran Kencing pada Kucing? Ini Dia Penjelasannya

Hernawan Nugroho - Sabtu, 30 Nov 2019 17:00 WIB

Trubus.id -- Pola makan memainkan peranan penting dalam beberapa sindrom penyakit seperti penyakit ginjal, masalah saluran kencing seperti batu dan kristal, Penyakit Saluran Kencing Bawah Kucing, dan masalah gastrointestinal seperti misalnya IBD. Karena telah banyak fungsi ginjal yang hilang saat penyakit akhirnya terdeteksi, kita perlu melakukan segalanya agar kucing dapat memiliki ginjal yang tetap sehat.

Hanya terdapat beberapa penyebab yang jelas mengenai penyakit ginjal, menurut laman WestVet. Berbagai turunan genetik dapat menyebabkan kondisi penyakit seperti misalnya penyakit ginjal polisistik pada ras Persia, akan tetapi banyak faktor yang menyebabkan kondisi ginjal dan fungsinya menjadi tidak normal. Namun seringkali penyebab tepatnya tidak diketahui, dan berbagai faktor dapat memberi kontribusi bagi fungsi ginjal yang rusak, dan pola makan juga termasuk di antaranya.

Baca Lainnya : Dokter Hewan di Inggris Temukan Cara Efisien untuk Memeriksa Penyakit Jantung pada Kucing

Infeksi bakteri rendah yang terus menerus dalam aliran darah, seperti misalnya yang terjadi ketika adanya penyakit gigi lanjutan, juga dapat merusak ginjal dalam jangka panjang. Pencegahan penyakit gigi dapat menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan ginjal kucing Anda dalam jangka panjang. Kondisi lain yang dapat berdampak buruk pada ginjal juga tekanan darah tinggi, yang disebabkan oleh hipertiroidisme, atau penyakit lainnya.

Jenis pola makan yang Anda terapkan pada kucing dapat memengaruhi ginjal kucing secara langsung. Dehidrasi pada kucing menyebabkan ginjal mengeluarkan kencing yang pekat agar dapat mempertahankan keseimbangan air tubuh. Dehidrasi kronis ringan yang dialami kucing dengan pemberian makan hanya makanan kering, dapat menyebabkan stres pada ginjal, dan pada akhirnya menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Kandungan magnesium dalam pola makan yang ditambahkan untuk mengurangi pembentukan batu dan kristal ginjal, juga dapat memberi pengaruh buruk pada ginjal setelah jangka panjang.

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan dengan kadar protein tinggi tidak memberi pengaruh buruk pada ginjal, dan hewan yang memiliki penurunan kemampuan ginjal tidak akan lebih baik jika diberi makanan dengan kandungan protein yang dikurangi. Penting agar kucing Anda menerima protein berkualitas baik dengan jumlah yang sesuai, tanpa adanya kadar fosfor berlebihan agar fungsi ginjalnya terjaga. Anda dapat membantu dengan mengurangi fosfor dalam makanan kucing.

Pembatasan konsumsi fosfor penting agar dapat mencegah timbulnya hiperparatiroidisme sekunder pada ginjal. Cobalah mengganti satu porsi daging dengan putih telur matang untuk makan kucing, dan ini akan meminimalkan jumlah fosfor secara keseluruhan dalam porsi makannya. Putih telur matang memiliki kandungan protein yang tinggi dan kandungan fosfor yang sangat rendah.

Baca Lainnya : Kucing Anda Kesakitan? Ekspresi Wajah Mereka Bisa Mengungkap Jawabannya

Anda juga dapat menggunakan pengikat fosfor. Pengikat ini ditambahkan ke dalam makanan kucing agar fosfor tidak diserap ke dalam darah atau memasuki aliran darah. Lebih baik jika kadar fosfor dalam darah dijaga agar berada dalam rentang normal atau sedikit di atas normal.

Peningkatan asupan cairan melalui makanan, atau bila perlu melalui cairan yang disuntikkan ke bawah kulit, dapat sangat membantu untuk menurunkan tekanan pada ginjal, dan memperlambat laju penyakit. Kucing yang diberi makan hanya makanan kering akan mengalami kekurangan air yang besar, dibandingkan dengan kucing yang memiliki pola makan alami.

Mereka hanya mengonsumsi sekitar 12 hingga 15% dari asupan air idealnya dalam makanan. Secara alami kucing memiliki dorongan haus yang rendah, karena mereka terbiasa memakan mangsa yang memiliki kandungan air cukup besar.

Editor : System

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020