trubus.id
Peristiwa » Perpindahan Ibu Kota Negara Picu Kesenjangan Sosia...
Perpindahan Ibu Kota Negara Picu Kesenjangan Sosial, Ini Kata LIPI

Perpindahan Ibu Kota Negara Picu Kesenjangan Sosial, Ini Kata LIPI

Astri Sofyanti - Kamis, 28 Nov 2019 11:30 WIB

Trubus.id -- Rencana pemindahan ibukota negara (IKN) ke Kalimantan Timur masih menjadi perbincangan berbagai pihak. Proses perpindahan dinilai akan memberikan banyak dampak dalam berbagai sisi, termasuk social kependudukan. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tri Nuke Pudjiastuti mengungkapkan, perubahan tersebut tidak akan dapat dihindari, baik dalam segi kualitas dan kuantitas penduduk, budaya, agama, ekonomi, politik dan ketimpangan sosial. Salah satu aspek penting dalam rencana pemindahan tersebut adalah dinamika penduduk.

“Pemindahan ibu kota negara tidak hanya tentang perubahan pusat kegiatan pemerintahan, namun juga dinamika kependudukan baik di tempat asal maupun tempat tujuan,” demikiam disampaikan Nuke dalam Seminar Nasional dengan tema "Rencana Pemindahan Ibukota Negara dan Implikasinya terhadap Kehidupan Sosial Penduduk" di Kantor Pusat LIPI, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (28/11).

Seminar Nasional “Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara dan Implikasinya terhadap Kehidupan Sosial Penduduk” ini bertujuan untuk mengetahui proses kependudukan yang terjadi akibat perpindahan ibu kota negara beserta implikasi yang dapat ditimbulkan pada kehidupan sosial penduduk setempat dan pendatang.

Lebih lanjut Nuke menyebutkan, pemindahan ibukota negara nantinya akan dibarengi dengan perpindahan penduduk, terutama dimulai pegawai pemerintah.

“Implikasi perpindahan dalam hal, kependudukan seperti aspek infrastruktur perumahan, ketenagakerjaan, dinamika sosial, dan etnisitas tentu akan memberikan dampak bukan hanya bagi pendatang namun juga penduduk setempat,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, potensi penduduk pendatang kelas menengah yang bersinggungan dengan kapasitas masyarakat pedesaan di sekitar ibu kota negara menjadi salah satu contoh potensi masalah yang tidak boleh diabaikan, juga migrasi spontan yang terjadi.

Hadir pada seminar nasional tersebut, Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Hery Yogaswara memprediksi masa transisi kependudukan di ibu kota baru dapat menimbulkan berbagai persoalan baru. “Persoalan-persoalan tersebut dapat muncul karena adanya dinamika antaretnis, agama, budaya dan ketimpangan antarwilayah,” jelas Hery.

Selain itu, terkait bonus demografi, khususnya daya tampung untuk angkatan kerja di daerah baru. Dirinya menjelaskan, pengabaian terhadap implikasi pemindahan ibu kota negara dan kependudukan tentu dapat menghambat proses pemindahan.

“Pembahasan ini penting untuk mengatisipasi potensi konflik serta merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan pemerintah dalam proses pemindahan ibu kota negara,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara LIPI, Ikatan Praktisi Ahli Demografi Indonesia (IPADI) dan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. “Seminar ini mencoba menawarkan perspektif kependudukan yang di dalamnya melihat berbagai variabel demografis seperti migrasi dan tingkat kelahiran,” papar Herry.

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020