trubus.id
3 Mahasiswa IPB University Ciptakan Alat Cerdas untuk Monitoring Lingkungan Pertanian

3 Mahasiswa IPB University Ciptakan Alat Cerdas untuk Monitoring Lingkungan Pertanian

Syahroni - Rabu, 27 Nov 2019 20:30 WIB

Trubus.id -- Kebutuhan dunia pertanian terhadap teknologi sebagai penunjang dalam memudahkan petani tidak bisa dipungkiri. Terlebih dalam penerapan pertanian presisi yang bertujuan untuk meminimalkan input dan memaksimalkan output. Berbagai gagasan teknologi mutakhir telah digagas dan pada beberapa negara maju telah diterapkan.

Hal ini mendorong tiga mahasiswa IPB University yakni Hari Agung Pratama (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem), Dewi Anawati (Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan) dan Sutan Muhamad Sadam Awal (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem) untuk membuat alat monitoring lingkungan pertanian berbasis Internet of Things. Alat ini bisa menampilkan parameternya melalui mobile apps dan website secara real-time. Alat tersebut mereka beri nama Crop Hero.

“Crop Hero tersusun atas dua model yaitu indoor dan juga outdoor. Alat-alat ini ke depannya juga akan terus berkembang menjadi beberapa produk yang saling terintegrasi. Adapun nilai lebih yang dimiliki oleh Crop Hero adalah meningkatkan hasil panen, mengurangi risiko gagal panen, mengurangi biaya produksi, menghasilkan lebih banyak uang dan meningkatkan produktivitas lahan,” terang Hari Agung, sebagai perwakilan tim melalui siaran pers yang diterima Trubus.id, Rabu (27/11).

Hari Agung menceritakan awal mula membuat alat ini yaitu terinspirasi dari salah satu kakak kelas sewaktu praktik lapang yang menemukan masalah terkait susahnya melakukan pengukuran parameter di semua greenhouse di Perusahaan Amazing Farm. Namun kini, inovasi yang telah dihasilkan oleh Hari dan rekan-rekannya telah digunakan oleh Perusahaan Amazing Farm dan Bisi Internasional.

“Saat ini brand alat kami masih dalam pengurusan, sehingga nanti jika ada yang akan membeli maka yang dibeli adalah alat beserta sistemnya. Adapun harga dari alat ini secara umum adalah delapan juta rupiah. Harga bisa naik tergantung dengan banyak sensor yang dibutuhkan. Sistem kerja alatnya berupa paket sensor yang diambil secara berkala, lalu karena menggunakan microcontroller yang terkoneksi dengan internet, data tersebut dikirimkan ke cloud, setelah itu baru bisa ditampilkan melalui mobile app dan website,” tambah Hari.

Melalui alat Crop Hero tersebut, Hari dan rekan-rekannya meraih Juara 1 dalam sebuah Lomba Startup/inovasi AgroMaritime 4.0 yang diadakan di Jakarta, awal November lalu.

“Alhamdulillah senang bisa berkesempatan mendapat juara satu. Kami berharap bisa berkolaborasi dengan pihak kampus maupun pemerintahan terkhusus Dinas Pertanian daerah agar bisa menerapkan alat tersebut secara massal,” tutupnya. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020