trubus.id
Kenali Perbedaan Influenza dan Salesma

Kenali Perbedaan Influenza dan Salesma

Astri Sofyanti - Selasa, 26 Nov 2019 13:00 WIB

Trubus.id -- Ketika pergantian musim, dari musim kemarau ke musim hujan atau sebalinya, daya tahan tubuh seringkali menurun. Terlebih saat musim hujan, seseorang akan lebih rentan terserang influenza. Influenza adalah penyakit saluran napas akut yang mudah menular dan virusnya telah menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia. Meski begitu influenza kerap dianggap sebagai penyakit ringan. Padahal, influenza tidak sama dengan selesma.

Kebanyakan orang yang terjangkit influenza akan merasakan hidung tersumbat selama tiga sampai lima hari. Ketua Indonesia Influenza Foundation, Cissy Kartasasmita mengatakan, jika hidung tersumbat bisa sembuh dalam 3 - 5 hari, itu bukan influenza melainkan common cold atau selesma.

"Biasanya, 3-5 hari common cold sudah berkurang. Sedangkan, influenza 3 hari tidak sembuh atau makin parah," kata Cissy Kartasasmita dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (26/11).

Baca Lainnya : Influenza dan Salesma Tak Sama, Kenali Perbedaan dan Pencegahannya

Dirinya mengungkapkan, influenza adalah penyakit menular yang paling umum diderita para pelancong mancanegara dan bisa dicegah dengan vaksin. Vaksinasi influenza merupakan cara yang efektif untuk mencegah infeksi virus influenza,” lanjut Cissy.

Selain kelompok berisiko tinggi seperti individu lanjut usia, tenaga kesehatan, penderita penyakit kronis, dan penderita penyakit kardiovaskuler, vaksinasi influenza juga penting dilakukan bagi orang-orang yang melakukan perjalanan atau traveling.

Sementara data World Health Organization (WHO) menunjukkan sekitar 5 hingga 10 persen orang dewasa dan 20 hingga 30 persen anak-anak terkena influenza setiap tahun, serta sekitar 290.000 hingga 650.000 orang meninggal dunia karena influenza. WHO juga merekomendasikan vaksinasi tahunan sebagai cara paling efektif untuk mencegah influenza.

Baca Lainnya : Para Peneliti Ungkap, Diet Ketogenik Efektif Membantu Jinakkan Virus Flu

Lantas bagaimana caranya menjaga daya tahan tubuh kita selama musim hujan agar terhindar dari berbagai risiko penyakit?

Melihat hal tersebut, Ketua Indonesia Influenza Foundation Cissy B. Kartasasmita menyebut peranan penting berbagai pihak untuk mengatasi influenza.

“World Flu Day 2019 merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat upaya pencegahan dan penularan penyakit influenza. Upaya ini tentunya lebih optimal jika dilakukan secara bahu-membahu antara tenaga kesehatan, pemerintah, pihak swasta, hingga masyarakat. Kita bisa memulainya dengan menjalankan gaya hidup sehat yang dapat meminimalkan penyebaran virus, misalnya mencuci tangan dan menutup mulut serta hidung ketika bersin," jelas Cissy.

Risiko penyebaran virus influenza terjadi saat seseorang mulai melakukan perjalanan, baik melalui udara, kapal laut, atau darat di mana orang-orang berjubel.

Merespon hal tersebut, Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia Iris Rengganis pun menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan.

Baca Lainnya : Kenapa Kasus Flu Zaman Dulu Bisa Mematikan, Tapi Sekarang Tidak?

“Secara medis, respons imunitas tubuh terhadap vaksinasi menurun seiring waktu, sehingga vaksinasi influenza harus dilakukan setahun sekali untuk proteksi yang lebih optimal. Selain itu, virus influenza yang dominan menyebar di seluruh dunia berubah setiap tahunnya sehingga formula vaksin flu harus disesuaikan setiap tahun,” papar Iris.

Lebih lanjut Iris mengugkapkan, hal lain yang juga perlu diwaspadai adalah virus influenza yang terus menerus berubah dan beradaptasi.

Dr. Dhani Arifandi, Head of Medical Sanofi Pasteur Indonesia menyebut bahwa virus flu bisa disebut "virus pintar" karena bisa berubah setiap tahun untuk menyerang sistem kekebalan tubuh.

“Vaksinasi merupakan investasi kesehatan di masa depan. Semua orang, termasuk yang sehat pun, berisiko terkena influenza,” ucap Dhani. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

06 April 2020
06 April 2020
05 April 2020

Baca Juga

Berita Lainnya