trubus.id
Peristiwa » Menteri Arifin Lantik Teuku Muhammad Faisal Sebaga...
Menteri Arifin Lantik Teuku Muhammad Faisal Sebagai Kepala Badan Pengelola Migas

Menteri Arifin Lantik Teuku Muhammad Faisal Sebagai Kepala Badan Pengelola Migas

Astri Sofyanti - Senin, 25 Nov 2019 17:00 WIB

Trubus.id -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif resmi melantik Teuku Muhammad Faisal menjadi Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), berdasarkan Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor: 232 K/73/MEM.S/2019. Pelantikan tersebut dilakukan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (25/11/9). Sebelum dilantik, Faisal menjabat Deputi Operasi BPMA.

Menteri ESDM juga melantik Sujatmiko sebagai Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara berdasarkan SK Nomor: 233 K/73/MEM/2019 tanggal 22 November 2019. Sebelumnya, Sujatmiko menjabat Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Saya berharap kedua pejabat yang resmi dilantik bisa melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya. Penempatan gelar jabatan tentuya sudah mempertimbangkan kesesuaian kompetensi jabatan, pengalaman, dan telah diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Untuk itu saya berharap kepada sudara usai dilantik agar dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan bekerja cepat, tepat dan produktif,” kata Arifin pada saat pelaksanaan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Badan Pengelola Migas Aceh di Kantor Kementerian ESDM, Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/11).

Usai dilantik hari ini, Kepala BPMA Faisal mengaku akan fokus terhadap wilayah kerja eksplorasi di Aceh. Pasalnya selama ini banyak wilayah kerja ekspolorasi di Aceh membutuhkan waktu yang lama hingga ke tahapan eksplorasi. Dirinya mengakui lamanya waktu ini dikarenakan masalah pengadaan dan perisinan. Sehingga masa eksplorasi di Aceh habis hingga kontraktor migas meminta tambahan waktu hingga bisa berproduksi.

Sebagai informasi, saat ini terdapat tiga wk migas di Aceh yang sudah berproduksi, yaitut Blok B yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi NSB, Blok Malaka yang dioperasikan Medco E&P, dan Blok Pase yang dikelola Triangle Energy Pase Inc.  Selain itu, ada tiga wk eksplorasi di Aceh yakni Blok Andaman III yang dikelola Repsol, Blok Lhokseumawe yang dikelola Zaratex, dan Blok South Blok A yang dikelola Renco Elang Energy.

“Khusus untuk wilayah kerja eksplorasi, Repsol akan mengebor satu sumur pada kuartal pertama tahun depan. Dia berharap pengeboran bisa membuktikan adanya cadangan migas sebanyak 3 TCF di blok tersebut,” papar Faisal.

Sementara untuk Blok Lhokseumawe akan masuk tahapan proses Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan pre Front End Engineering Design (FEED).

"Kedua tahapan tersebut butuh waktu sekitar dua tahun lagi untuk eksploitasi, setelah itu pembangunan EPC," pugkasnya.

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020