trubus.id
Ikan-Ikan Ini Sebaiknya Tidak Kita Konsumsi, Simak Alasannya!

Ikan-Ikan Ini Sebaiknya Tidak Kita Konsumsi, Simak Alasannya!

Hernawan Nugroho - Kamis, 21 Nov 2019 14:30 WIB

Trubus.id -- Ikan mengandung banyak nutrisi yang diperlukan tubuh, seperti protein, lemak baik, vitamin, dan mineral. Tapi ada jenis ikan tertentu yang sebaiknya tidak kita konsumsi, nih. Kita simak penjelasan menurut laman Cusine berikut ini.

1. Ikan Pedang

Ikan pedang atau ikan todak merupakan salah satu jenis ikan yang sebaiknya tidak kita konsumsi, teman-teman. Kandungan merkuri dalam tubuh ikan todak ini tinggi. Semakin besar dan tua, kandungan merkuri dalam ikan tidak akan berkurang.

Selain itu, proses penangkapan ikan todak atau ikan terbang juga menggunakan long line atau tali pancing yang disusun panjang dengan umpan di setiap ujungnya. Cara penangkapan ikan ini bisa membahayakan keselamatan hewan laut lain seperti penyu, hiu, dan burung laut.

ikan pedang atau ikan todak (foto: nature)

2. Ikan Chilean Sea Bass

Ikan Chilean sea bass atau kakap chili adalah salah satu ikan yang banyak dinikmati pecinta kuliner laut. Selain lezat, daging ikan kakap chili juga memiliki tekstur  seperti mentega yang lembut. Namun seperti ikan pedang, ikan kakap chili juga punya kandungan merkuri yang tinggi.

Ditambah lagi, ikan kakap chili ini merupakan ikan yang dilindungi karena pertumbuhannya lambat. Biasanya, ikan kakap chili ditangkap menggunakan pukat harimau atau long line, yang bisa menganggu ekosistem laut.

Baca Lainnya : Ikan Pendeteksi Kesehatan Terumbu Karang

3. Ikan Gindara

Ikan gindara juga dikenal dengan nama ikan escolar. Ikan escolar ini mengandung lemak gempylotoxin yang membuat rasa daging ikan semakin lezat. Namun, konsumsi ikan ini harus dibatasi, Trubus Mania. Ini karena juga dikonsumsi terlalu banyak, zat gempylotoxin dalam daging ikan gindara bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan diare. Sebaiknya, ikan gindara tidak dikonsumsi  lebih dari 6 ons setiap harinya.

Gindara (foto: Oceanic)

4. Ikan Hiu

Ikan hiu sering ditangkap baik dengan sengaja maupun tidak sengaja, kemudian diambil daging dan siripnya. Padahal, kandungan merkuri dalam ikan hiu ini tinggi.

Beberapa spesies hiu juga dilindungi dan mengonsumsi ikan hiu sama dengan merusak ekosistem laut. Ini karena ikan hiu adalah predator puncak yang memiliki tugas penting menjaga ekosistem laut. Jika tidak ada hiu, populasi ikan yang dimangsa hiu akan semakin banyak dan bisa menganggu keseimbangan alam.

5. Ikan Mahi-Mahi

Ikan mahi-mahi yang tidak disimpan dengan tepat bisa memiliki kandungan racun yang bisa menyebabkan alergi. Kandungan racun yang ada pada ikan mahi-mahi ini asalnya dari asam amino histidin yang dipecah oleh bakteri.

Mengonsumsi ikan mahi-mahi yang tidak dikonsumsi dengan baik juga bisa menyebabkan keracunan histamine atau keracunan scrombroid. Ikan mahi-mahi tang mengandung histamine, biasanya memiliki aroma busuk saat dimasak. Tapi ada juga yang tidak beraroma busuk.

Mahi-mahi (foto: Marine)

6. Ikan Tuna Sirip Biru

Tuna sirip biru merupakan jenis ikan tuna yang paling mahal harganya. Ikan ini memang lezat dan bergizi tinggi. Tapi, ikan tuna sirip biru adalah hewan yang dilindungi dan merupakan spesies terancam punah. Jika ingin makan tuna, lebih baik kita mengonsumsi jenis ikan tuna yang lainnya saja.

Baca Lainnya : Ternyata Ikan di Lautan Juga Suka 'Bernyanyi' Seperti Burung di Hutan

7. Ikan Salmon yang Dibudidayakan

Ikan salmon ada yang ditangkap di alam liar dan ada yang hasil budidaya. Salmon yang dibudidayakan biasanya dibesarkan dalam keramba jaring yang terbuka dan padat, sehingga penuh dengan parasit. Ikan pun diberi antibiotik agar mencegah penyakit namun pemberian antibiotik itu merusak habitat asli pada salmon liar. Jika ingin mengonsumsi salmon, pastikanlah peternakannya membudidayakan salmon dengan cara yang sehat.

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

14 Des 2019
14 Des 2019
14 Des 2019

Baca Juga

Berita Lainnya