trubus.id
IPB University dan Pemda Kota Cimahi Lakukan Kerja Sama Kembangkan Urban Farming

IPB University dan Pemda Kota Cimahi Lakukan Kerja Sama Kembangkan Urban Farming

Thomas Aquinus - Kamis, 21 Nov 2019 08:00 WIB

Trubus.id -- Pengembangan urban farming (pertanian perkotaan) di Kota Cimahi saat ini tengah digulirkan oleh Pemda Kota Cimahi yang melakukan kerja sama dengan IPB University. Kerja sama dilanjutkan dengan mengirim tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University yang dipimpin oleh Kepala Bidang Program Pelayanan kepada Masyarakat, Prayoga Suryadharma dan Kepala Bagian Tata Usaha, Astridina ke Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK) ke Kota Cimahi. 

Kepala Bappeda Kota Cimahi, Huzein Rachmadi menyampaikan, bahwa inovasi baru untuk pengembangan ketahanan pangan dan pertanian di Kota Cimahi perlu diupayakan dengan kondisi lahan yang terbatas. Menurutnya, sudah ada beberapa upaya yang telah dikembangkan oleh pemerintah daerah Kota Cimahi. Diantaranya mengembangkan sekolah berkebun terdiri 3 SD dan 3 SMP, mengembangkan duren Kawarung yang semula hanya tinggal satu pohon kini sudah berjumlah 1.650, mengembangkan daun Reundeu menjadi teh.

Baca Lainnya : LPPM IPB University Beri Dampingan Sektor Perikanan di Kabupaten Tulang Bawang

“Rencana ke depannya yaitu mengembangkan one village one product. Yakni mengembangkan lebah, jahe dan pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berjumlah 15 KWT di 15 Kelurahan. Harapannya, dalam pengembangan pertanian dapat dilakukan secara penta helix antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, kelompok wanita tani, media massa dan pengusaha,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima Trubus.id.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian dan Perikanan, Dinas Pangan dan Pertanian, Mita Mustikasari menambahkan bahwa permasalahan yang dihadapi di Kota Cimahi yaitu alih fungsi lahan, pendapatan pertanian rendah, alih teknologi masih rendah, sumber daya manusia (SDM) yang sebagian besar generasi tua.

“Bagaimana menciptakan mindset untuk generasi milenial bahwa pertanian perkotaan itu tidak harus kotor, tidak harus menyangkul namun kegiatan bertani yang bersih, berdasi dan menghasilkan ekonomi yang banyak. Konsep ke depannya yaitu bagaimana mengintegrasikan kegiatan pertanian peternakan dan perikanan dalam satu lahan,” ujarnya.

Baca Lainnya : LPPM IPB Dampingi Para Petani di Purbalingga Hadapi Era Industri 4.0 kl;.,/
 
Menanggapi hal tersebut, Prayoga berharap keberadaan fasilitator SLAK LPPM IPB University ini dapat membantu pemerintah Kota Cimahi untuk mengembangkan kegiatan urban farming (pertanian perkotaan) yang bukan hanya berkaitan dengan pertanian, melainkan dari segi bisnis pertanian perkotaan (dari hulu, pengembangan bibit, penanaman, hingga formulasi produk turunan).
 
”Fasilitator akan ditempatkan selama dua pekan untuk mengidentifikasi masalah yang ada. Kemudian dosen yang punya kepakaran dalam bidang pertanian perkotaan yaitu Dr Dewi Sukma dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB University akan kami datangkan ke Cimahi untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada. Kegiatan yang berpotensi untuk dikembangkan oleh KWT yaitu kegiatan urban farming yang berkaitan dengan pengembangan tanaman hias dan jahe,” ujar Prayoga.  

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

14 Des 2019
14 Des 2019
14 Des 2019

Baca Juga

Berita Lainnya