trubus.id
Peristiwa » Menko Luhut Ungkap Pemanfaatan EBT Belum Maksimal...
Menko Luhut Ungkap Pemanfaatan EBT Belum Maksimal Meski Memiliki Potensi Besar

Menko Luhut Ungkap Pemanfaatan EBT Belum Maksimal Meski Memiliki Potensi Besar

Binsar Marulitua - Selasa, 19 Nov 2019 15:30 WIB

Trubus.id -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan mengakui energi baru terbarukan (EBT) beum dimanfaatkan secara maksimal meski potensi sangat besar. Untuk itu, peran generasi muda dalam memanfaatkan potensi EBT dan identifikasi masalah sangat diharapkan. 

Hal tersebut Menko Luhut paparkan dalam diskusi panel Institute Essential Services Reform (IESR) bertema Strategi Indonesia Menuju Perekonomian Nir Emisi 2050,  di Jakarta, Selasa (19/11/2019). 

"Panas Bumi dari yang tersedia 17,5 GW dan pemanfaatan baru 1,95 GW,  Micro Hydro potensi sebesar 94,3 GW pemanfaatan 0,03 GW, Bio Energi potensi 32,6 GW dan pemanfaatan Bio Massa hanya 1,859 GW," jelas Menteri Luhut.  

Menko Luhut menjelaskan, pemerintah saat ini  memiliki program Bio Diesel untuk meningkatkan pemenuhan EBT non-listrik, dimulai dari program bauran energi sejak tahun 2006 yaitu B7,5, B20 di tahun 2018 dan B50 ditargetkan akan dimulai di 2020. 

Baca Lainnya : Mangrove Tergerus, 4 Pulau Terluar Indonesia di Riau Terancam Hilang

“Setelah B20, nanti per 1 Desember kita akan buat B30, tahun depan kita akan buat B40, lanjut B50, kemudian B100. Setelah itu jalan semua, akan terjadi equlibrium jumlah produksi palm oil kita dengan penggunaan dalam negeri hampir sama jumlahnya. Dampaknya 17,5 juta petani sawit kita akan menikmati harga sawit yang bagus, itu membuat angka kemiskinan kita akan menurun,” tambah Menko Luhut. 

Selanjutnya, ia menyatakan Indonesia juga berkomitmen untuk menurunkan emisi sebesar 29 persen. Kedua hal tersebut menurutnya, terus dikerjakan oleh Pemerintah secara bersungguh-sungguh, di antaranya dengan program re-planting, rehabilitasi mangrove dan peat land(lahan gambut) dan lainnya. 

“Kita punya peatland itu 7,5 juta hektar yang dalam kondisi baik, bahkan dulu saya melihat sendiri sewaktu menjadi koordinator penanganan kebakaran hutan, peatland kita ada yang dalamnya sampai 15-20 meter, dan ini tidak ada bahkan di Skandinavia sekalipun. ” ungkapnya.

Selanjutnya, sambung Menko Luhut, Indonesia sedang melakukan  re-planting program,  forestry, rehabilitasi coral reef  untuk penanganan 3,1 juta hektar mangrove di mana  setengahnya dalam kondis sudah rusak.

"Dan kita sudah berkontribusi carbon credit kira-kira 75-80 persen, dan itu cukup besar. Yang paling penting kita jangan hanya bicara, tapi apa aksi kita,” tutup Menko Luhut.  

Baca Lainnya : Ancam Mangrove, KKP Diminta Hentikan Ekstensifikasi Budidaya Udang

Berdasarkan temuan Brown to Green Report 2019 diterbitkan oleh Climate Transparency, sebuah kemitraan global beranggotakan lembaga think tank  dan lembaga non pemerintah dari negara-negara anggota G20, emisi CO2 terkait energi di negara-negara anggota G20 melonjak 1,8 persen pada 2018 karena meningkatnya permintaan energi. Dan, emisi transportasi meningkat 1,2 persen pada tahun 2018.
 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020