trubus.id
Menteri Desa Inginkan Secepat Mungkin Entaskan Daerah Tertinggal

Menteri Desa Inginkan Secepat Mungkin Entaskan Daerah Tertinggal

Thomas Aquinus - Selasa, 19 Nov 2019 14:00 WIB

Trubus.id -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menginginkan secepat mungkin menyelesaikan target pengentasan daerah tertentu di daerah tertinggal.
 
Sementara itu, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, masih terdapat 35 daerah tertentu di daerah tertinggal yang harus dientaskan.
 
"Ini (pengentasan) kita percepat. Tidak usah menunggu sampai lima tahun," ujar Abdul Halim Iskandar pada Rapat Koordinasi Program Pengembangan Daerah Tertentu Tahun Anggaran 2020 di Jakarta, Senin (18/11).

Baca Lainnya : Sistem IDM Dapat Membantu Pembangunan Desa Mandiri
 
Dalam keterangan tertulisnya, Halim mengatakan, akan mengkoordinasikan proses percepatan pengentasan daerah tertentu dengan kementerian/lembaga terkait. Ia meyakinkan bahwa tidak akan ada ego sektoral dalam penyelesaian target nasional tersebut.
 
"Fungsi Kementerian Desa ini secara umum itu adalah fungsi koordinasi. Banyak sektor kementerian/lembaga yang terlibat. Makanya Presiden betul-betul menekankan agar antar kementerian/lembaga tidak selalu membawa ego sektoral," ungkapnya.
 
Pengentasan daerah tertentu di daerah tertinggal sendiri, merupakan program dan kegiatan dalam rangka pengembangan daerah perbatasan, daerah pulau kecil dan terluar, penanganan daerah rawan pangan, daerah rawan konflik, dan daerah pasca konflik di daerah tertentu.

Baca Lainnya : Memberi Ruang Penyandang Disabilitas Terlibat Menuju Desa Inklusif 2020
 
Ia mengakui, penyelesaian daerah tertentu di daerah tertinggal bukan hal yang mudah. Ia mengatakan akan serius memperkuat penopang perkembangan daerah tertentu seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga aksesibilitas. 
 
"Makanya tidak bisa sendirian, harus melibatkan semua kementerian/lembaga," tegasnya.
 
Selanjutnya, ia juga akan memaksimalkan kerjasama dengan perguruan tinggi terkait KKN Tematik dan penanganan hal-hal yang spesifik. Sejauh ini, terdapat 99 perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
 
"KKN Tematik akan kita terapkan sesuai dengan permasalahan. Sudah ada 99 perguruan tinggi yang terlibat, dan ini pasti akan terus bertambah," ujarnya.


 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

14 Des 2019
14 Des 2019
14 Des 2019

Baca Juga

Berita Lainnya