trubus.id
Lonjakan Suhu Panas dan Angin Kencang Perparah Kebakaran Hutan di Australia

Lonjakan Suhu Panas dan Angin Kencang Perparah Kebakaran Hutan di Australia

Binsar Marulitua - Selasa, 12 Nov 2019 13:29 WIB

Trubus.id -- Cuaca panas yang tinggi dan angin kencang yang sudah menjadi bencana diprakirakaan akan melanda daerah Australia pada Selasa (12/11/2019). Cuaca terburuk diperkirakan pada Selasa sore dan sampai malam, dengan temperatur diperkirakan mencapai 37 Derajat Celsius (98,6 Derajat Fahrenheit), bersama angin dengan kecepatan 70 kilometer (43 mil) per jam.

Sementara itu jutaan orang di seluruh pantai timur negeri tersebut bersiap menghadapi kebakaran hutan paling parah dalam setidaknya satu dasawarsa.

Beberapa titik api baru berkobar pada Selasa, sehingga menambah pada sejumlah kebakaran yang telah menghanguskan selama beberapa hari di seluruh Negara Bagian New South Wales (NSW).

Baca Lainnya : 39 Orang Meninggal Akibat Rokok Elektrik di AS, 2051 Kasus Cedera Paru-Paru

Tiga dari 70 titik kebakaran diberi "tingkat peringatan darurat", yang berarti bahwa warga menghadapi bahaya dalam waktu dekat dan perlu melakukan tindakan segera.

Buat orang yang menghadapi dua kebakaran itu, para pejabat memperingatkan sudah terlambat buat mereka untuk menyelamatkan diri dan mendesak mereka untuk menemukan tempat perlindungan.

"Kami tentu saja mulai melihat peningkatan kegiatan kebakaran," kata Komisaris Dinas Pemadam Pedesaan New South Wales Shane Fitzsimmons, yang menyediakan perubahan kondisi setiap dua jam sepanjang hari, kepada wartawan di Sydney seperti dikutip Reuters. 

"Kenyataannya ialah kondisi akan terus bertambah buruk dan parah dalam beberapa jam ke depan dan terutama sampai sore," kata Fitzsimmons, sebagaimana dikutip Reuters. 

Kebakaran semak adalah ancaman rutin dan mematikan saat musim panas yang kering dan panas di Australia.

Baca Lainnya : Setengah Populasi Koala di New South Wales Mati Akibat Kebakaran Hutan, Pakar Prediksi Ancaman Kepunahan

Tetapi keganasan dan peristiwa dini kebakaran tahun ini telah mengakibatkan banyak kejutan. 

Kebakaran telah diperparah oleh kondisi sangat kering setelah tiga tahun kemarau di beberapa bagian di NSW dan Queensland, yang oleh banyak ahli dikatakan berkaitan dengan perubahan iklim.

Sydney, tempat tinggal lima juta orang, termasuk beberapa wilayah yang dikategorikan "bahaya kebakaran bencana" untuk Selasa, pertama kali kota tersebut mendapat rancangan itu sejak peringatan bahaya-kebakaran baru diberlakukan pada 2009, setelah kebakaran paling mematikan dalam sejarah.

Penduduk kota pelabuhan tersebut, yang dikelilingi daerah luas tanah semak kering, bangun untuk menghadapi kabut asap. 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020