trubus.id
Kabut Asap Pekat Kembali Selimuti New Delhi, Pemerintah Siap Berlakukan Ganjil Genap

Kabut Asap Pekat Kembali Selimuti New Delhi, Pemerintah Siap Berlakukan Ganjil Genap

Astri Sofyanti - Selasa, 12 Nov 2019 10:42 WIB

Trubus.id -- Pemerintah India akan memberlakukan sistem ganjil genap kendaraan demi meminimalisir kabut asap pekat yang menyelimuti New Delhi. Akhir pekan lalu udara bersih menyelimuti kawasan New Delhi. Namun, kabut asap pekat kembali menyelimuti Ibu kota India tersebut dalam beberapa hari. Bahkan, sejak Senin (11/11) Indeks Kualitas Udara (AQI) di New Delhi sebesar 497 masuk ke dalam kategori berbahaya.

AQI antara 301 dan 500 dianggap 'berbahaya' bagi semua kelompok populasi. AQI tidak diukur lagi jika berada di atas 500. Sementara kualitas udara dianggap baik jika AQI di bawah 50 dan cukup baik jika di bawah 100.

Kantor berita Pers Trust of India melaporkan, AQI di New Delhi semakin parah pada Selasa (12/11) pagi tadi.

Baca Lainnya : Ingin Udara Segar? Bersihkan Tanaman Anda Secara Berkala

Dalam rangka mengatasi polusi udara, pemerintah akan mulai memberlakukan sistem ganjil genap hingga 15 November mendatang. Sebanyak 8,8 juta kendaraan bermotor diminta untuk mengikuti aturan ini guna meminimalisir dampak kabut asap yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Sama seperti sistem ganjil genap yang diberlakukan di Jakarta, Indonesia, penerapan ganjil genap di New Delhi, mobil hanya diperbolehkan melintasi jalanan ibukota pada tanggal ganjil ataupun genap sesuai dengan nomor terakhir pada plat kendaraan.

Baca Lainnya : Riset: Polusi Udara Tingkatkan Kasus Serangan Jantung dan Stroke di Inggris

New Delhi, yang diberi peringkat sebagai kota paling tercemar di dunia oleh Greenpeace dan AirVisual, secara rutin menerima lebih banyak polusi sekitar bulan ini setiap tahun. Kualitas udara menjadi semakin buruk ketika musim dingin segera datang dan petani membuka lahan pertanian dengan membakar semak-belukar di ladang mereka.

Pakar lingkungan mengatakan, untuk membersihkan udara, New Delhi membutuhkan tindakan permanen dengan mengurangi armada besar kendaraan bermotor yang membuat macet jalan-jalan di kota itu dengan meningkatkan transportasi umum.

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020