trubus.id
Mahasiswa IPB University Ciptakan Pembersih Limbah Tambak Udang dan Raih Juara 1 Nasional

Mahasiswa IPB University Ciptakan Pembersih Limbah Tambak Udang dan Raih Juara 1 Nasional

Thomas Aquinus - Selasa, 05 Nov 2019 12:30 WIB

Trubus.id -- Sektor perikanan Indonesia saat ini tengah didorong untuk menghasilkan produksi ikan secara berkelanjutan, baik dari sektor perikanan tangkap maupun budi daya. Khusus untuk sektor budi daya, saat ini banyak kalangan mulai menggemari tambak udang sebagai bisnis yang menjanjikan. Namun di satu sisi, budi daya tambak udang mempunyai permasalahan limbah udang yang menumpuk di dasar kolam.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Sefto dan Mayrani Tika Mulyana, berhasil membuat alat pembersih limbah dasar tambak udang otomatis yang diberi nama “Ashpotter”.

“Latar belakang daripada inovasi ini ialah budi daya intensif tambak dengan over feedingnya membuat menumpuknya limbah padat pada dasar tambak. Hal ini mengharuskan untuk dilakukan pembersihan secara berkala dengan siphon konvensional. Yaitu dengan manusia turun langsung ke kolam, namun manusia memiliki keterbatasan tenaga dan waktu, sehingga diperlukan inovasi teknologi di bidang ini,” ujar Sefto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Trubus.id, Senin (5/11).

Baca Lainnya : Menristek Dorong Lulusan IPB University Perbaiki Sektor Bisnis Pertanian Indonesia

Ashpotter juga berhasil menjadi Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik kelautan (Himatekla) Institut Teknologi Surabaya (ITS),pada bulan Oktober

Menurut Sefto, Indonesia sedang menuju Indonesia 4.0 yang semua serba digital dan otomatis. Sehingga diharapkan dengan inovasi ini pembersihan tambak dapat dilakukan dengan efektif dan efisien dari segi tenaga serta waktu.

Sistem teknologi Ashpotter ini terletak pada siphon otomatis. Siphon bekerja dengan cara membuka dan menutup pipa di area tengah kolam dan limbah akan terbuang melalui saluran bawah tanah menuju kolam pembuangan dengan berbagai konsep ilmu fisika.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM dan IPB Kolaborasi Pemberdayaan Koperasi dan UMKM

“Teknologi Ashpotter ini kuncinya terletak pada siphon otomatisnya. Nah, siphon ini bekerja dengan cara buka tutup pipa di area tengah kolam dan limbahnya ini, nantinya akan terbuang melalui saluran bawah tanah menuju kolam pembuangan. Bagaimana proses ini bekerja? Kita menggunakan konsep-konsep ilmu fisika salah satunya seperti bejana berhubungan,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi seperti ini masih jarang dilakukan, apalagi udang merupakan komoditas perikanan terbesar di Indonesia dalam hal produksi maupun ekspor.

Pengembangan inovasi ini ke depannya adalah diproduksi secara massal setelah dipatenkan. Harapannya, para petambak mengganti sistem siphon konvensional mereka menggunakan unit pembersih ini.

Baca Lainnya : Mahasiswa dari 7 Negara Pelajari Biodiversitas Belitong Park Saat Summer Course di IPB University

“Untuk pengembangannya sendiri, mungkin lebih ke wujud implementasinya yang nantinya akan diproduksi setelah dipatenkan. Setelah petambak menggunakan inovasi ini, diharapkan produksi udang dapat meningkat drastik. Selain itu, penerapannya juga dapat mendorong pendapatan masyarakat Indonesia lebih tinggi lagi dan menambah devisa negara melalui kegiatan ekspor udang yang lebih besar lagi,” tambah Sefto. 



 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

26 Jan 2020
26 Jan 2020
26 Jan 2020

Baca Juga

Berita Lainnya