trubus.id
UNESCO Tetapkan Kota Ambon Sebagai Kota Kreatif Musik

UNESCO Tetapkan Kota Ambon Sebagai Kota Kreatif Musik

Thomas Aquinus - Jumat, 01 Nov 2019 19:00 WIB

Trubus.id -- Kota Ambon ditetapkan sebagai sebagai Kota Kreatif kategori Musik oleh organisasi pendidikan dan kebudayaan Persatuan Bangsa-Bangsa, The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Penetapan Kota Ambon tersebut bertepatan dengan Hari Kota Sedunia, 31 Oktober 2019. Dengan penetapan ini, Kota Ambon bersanding bersama 65 kota lainnya yang ditunjuk UNESCO dan akan bergabung dalam Jaringan Organisasi Kota Kreatif yang kini berjumlah 246 anggota.

Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay,  mengatakan selain Ambon, ada 65 kota lain dari seluruh dunia yang juga ditetapkan sebagai Kota Kreatif UNESCO dengan berbagai kategori, seperti gastronomi, literatur, desain, seni media, film, hingga kerajinan tangan dan seni rakyat.

Terpilihnya Ambon sebagai Kota Kreatif dengan kategori musik bukan tanpa alasan. UNESCO menilai kota-kota yang terpilih telah memberikan kontribusi nyata untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pemikiran kreatif dan inovatif.

Baca Lainnya : Pacitan, Kota 1.001 Gua di Jawa Timur

"Kota-kota ini mampu menjadikan budaya bukan hanya sebagai aksesori, tetapi pilar dalam mendukung inovasi politik dan sosial di negaranya masing-masing. Ini sangat penting bagi para generasi muda," kata Audrey Azoulay, seperti dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Terpilihnya Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia tentu menjadi kabar baik, bukan hanya bagi Kota Ambon, tetapi juga bagi Indonesia. Berbagai ucapan selamat datang dari banyak lapisan masyarakat, salah satunya adalah musisi berdarah Ambon, Glen Fredly.

Baca Lainnya : Kota Medan Beragam Seni dan Budaya, Ribuan Warga Menari Ahoii Bersama

"Selamat kepada Ambon telah ditetapkan sebagai Kota Musik Dunia, oleh UNESCO hari ini. Tentu sangat bangga, bangga sekali. Ini adalah langkah progress hasil kerja kolektif dari berbagai pihak, di antaranya pemerintah, masyarakat, dan musik sebagai industri itu sendiri," kata Glen di Kantor Kemendikbud, Kamis (31/10/2018).

Glen mengatakan masih banyak pekerjaan rumah bersama, antara lain bagaimana implementasi selanjutnya untuk menerjemahkan bahwa musik bukan hanya sebagai konteks hiburan saja, tetapi juga penggerak ekonomi lokal, industri, dan dunia riset. 

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

21 Nov 2019
21 Nov 2019
20 Nov 2019

Baca Juga

Berita Lainnya