trubus.id
Menkop UKM Bertekad Jadikan 62,9 juta UMKM Layak Diperhitungkan

Menkop UKM Bertekad Jadikan 62,9 juta UMKM Layak Diperhitungkan

Thomas Aquinus - Kamis, 31 Okt 2019 16:30 WIB

Trubus.id -- Menkop dan UKM Teten Masduki menegaskan, pemerintah bertekad menjadikan 62,9 juta UMKM sebagai pelaku bisnis yang layak diperhitungkan. 

"Karena itu saya merangkul semua pihak seperti OJK dan perbankan, usaha besar dan Kementerian terkait untuk mewujudkan sistem yang terintegrasi baik dari segi avalis atau pendanaan, kualitas dan kontinuitas produk sampai pemasarannya" kata Menkop dan UKM Teten Masduki usai membuka INA Shop dan Munas Hippindo (Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia), di PRJ Kemayoran Jakarta, Kamis (31/10).

Teten menyampaikan, meskipun saat ini sudah ada skim pendanaan buat UMKM seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) maupun LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir), namun masih diperlukan sistem yang lebih efisien dan masif sehingga dampaknya akan terasa bagi UMKM yang jumlahnya puluhan juta itu. 

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Bakal Fokus Pengembangan Produk UKM Berlandaskan Value Based Economy

"Pendanaan macam KUR itu kan satu persatu debitur, jadi istilahnya kurang nendang bagi UMKM," ujarnya dalam siaran persnya, Kamis (31/10).

"Saya lagi desain bagaimana Kemenkop dan UKM bisa men-support semua itu UMKM. Saya ingin ada agregasi dalam menangani UMKM ini sehingga UMKM tidak hanya stagnan, bisa naik kelas. Saya juga harus tumbuhkan bibit wirausaha baru, kalau orang mau usaha pasti dari start-up, karena rasio wirausaha kita juga masih kecil," tambahnya. 

Teten menjelaskan, puluhan juta UMKM itu kedepannya akan diwujudkan dalam kluster-kluster berdasarkan produksinya seperti pangan, hasil laut, pertanian, kuliner, garmen sampai kerajinan.

"Saya punya modal tanah yang luas, 12,7 juta hektare untuk petani yaitu program tanah kehutanan sosial. Nanti misalnya 200 hektare digarap petani untuk produksi buah untuk ekspor, maka petani-petani itu sudah menjadi usaha besar atau naik kelas, tinggal saya bekerjasama dengan usaha besar sebagai offtaker nya," ujar Teten.

Baca Lainnya : 3 Alasan Bisnis UKM Kamu Dijalankan Tanpa Harus Menggunakan Uang Tunai

Pada kesempatan yan sama, kepada Hippindo, Teten juga meminta kepada para penyewa pusat perbelanjaan ini untuk lebih banyak menyerap produk UMKM, tentunya yang berkualitas dan memenuhi standar pasar. 

" Para UMKM ini kan rata-rata tidak memiliki toko. Mereka baru sedikit tertolong dengan adanya online, namun mereka masih tetap membutuhkan offline," kata Teten.

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

27 Feb 2020
27 Feb 2020
27 Feb 2020

Baca Juga

Berita Lainnya