trubus.id
Model Bisnis Kemitraan UMKM Berpotensi Raup Pembiayaan Lebih Besar

Model Bisnis Kemitraan UMKM Berpotensi Raup Pembiayaan Lebih Besar

Thomas Aquinus - Rabu, 30 Okt 2019 20:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) akan mendesain model bisnis kemitraan antara kelompok usaha besar dengan UMKM. Dengan model bisnis kemitraan, diharapkan kedua kelompok usaha ini dapat lebih terintegrasi, serta mendapat porsi pembiayaan yang besar dari pemerintah. 

”Supaya yang kecil dan besar itu bisa terintegrasi. Kalau yang besar tumbuh nanti yang kecil ketarik juga. Hanya dengan ini kita bisa mendapatkan pembiayaan yang besar,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di kantornya, Selasa (29/10). 

Meski dikatakan UMKM harus menjadi pondasi ekonomi Indonesia, Teten mengatakan Presiden Jokowi tidak menginginkan struktur ekonomi hanya didominasi oleh UMKM saja. Melainkan UMKM maupun kelompok usaha besar harus didorong supaya saling bekerja sama. 

Baca Lainnya : Antisipasi Perang Dagang, Pemerintah Dorong Tumbuh Kembang UMKM Melalui Koperasi

“Jadi gimana caranya yang gede dan kecil bekerja sama, sehingga bisa ketarik bukan yang gede diturunin, ini (UMKM) ditatik. Karena kita sudah harus siap yang gede-gede lawan gede-gede di dunia kerja sama dengan UMKM kita,” tandas Teten. 

Dalam keterangan tertulisnya, Teten menilai pola kemitraan ini bukan tidak mungkin Indonesia tumbuh menjadi sebuah negara maju sebagaimana didukung dengan hasil kajian dari Bank Dunia. Dimana Indonesia diproyeksikan bakal maju sama seperti China, Amerika Serikat, dan India. 

“Mengapa Pak Presiden menugaskan saya ke sini. Saya tahu betul apa keinginan beliau. Pak Presiden ingin membawa Indonesia menjadi negara maju. Saat ini kita sudah masuk ke G-20. Masuk G-20 bukan politik, tapi karena nilai ekonomi kita, uang yang beredar di kita sudah cukup besar, APBN dan swasta,” papar Teten.

Baca Lainnya : UMKM Berkontribusi Penting Terhadap Perekonomian Indonesia

Untuk menuju negara maju, Teten menekankan perlu melakukan 4 (empat) hal penting, yakni pembangunan infrastruktur yang massif, pembangunan sumber daya manusia, institutional reforms, dan inovasi. “Untuk menjadi negara maju persoalan ini harus diberesin dulu, karena bahaya kalau gap terlalu besar,” katanya.

Sementara itu, Fadel mengatakan siap mendukung program yang diusung oleh Teten Masduki sebagai Menkop dan UKM yang baru. Terutama melakukan pembangunan SDM koperasi dan UKM melalui kegiatan pelatihan-pelatihan. 

“Kita sudah mendengar konsep yang disampaikan Pak Menteri, saya kita sejalan dengan jiwa koperasi yang ada,” ujar Fadel. 

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

01 Juni 2020
31 Mei 2020
31 Mei 2020