trubus.id
Pemerintah Papua Nugini Tutup Pabrik Nikel Milik China Karena Cemari Lautan

Pemerintah Papua Nugini Tutup Pabrik Nikel Milik China Karena Cemari Lautan

Syahroni - Kamis, 24 Okt 2019 18:30 WIB

Trubus.id -- Pemerintah Papua Nugini mengatakan, hari ini (Kamis,24/10) pihaknya telah memerintahkan penutupan fasilitas nikel China bernilai miliaran dolar yang memuntahkan lumpur beracun yang berpotensi meracuni perairan mereka. Otoritas Sumber Daya Mineral Papua Nugini mengatakan telah memerintahkan pemilik kilang Ramu Nikel untuk "menutup operasi pemrosesan" pada Senin 21 Oktober.

Fasilitas ini dijalankan oleh China Metallurgical Group milik negara, yang menambang dan memproses nikel, logam yang banyak digunakan dalam baterai, termasuk untuk mobil listrik. Pada akhir Agustus, mekanisme pabrik untuk menangani bubur nikel gagal beroperasi yang berdampak pada bocornya cairan berbahaya ke Laut Bismarck dan mengubah bagian-bagian di sekitar garis pantai menjadi merah.

Awal tahun ini, Grup Metalurgi China meminta pejabat Papua Nugini mengunjungi Beijing untuk menyetujui rencana untuk meningkatkan kapasitas produksi. Otoritas Sumber Daya Mineral sekarang mengatakan perusahaan telah "diperintahkan untuk menghentikan operasi karena telah gagal untuk secara memadai" memperbaiki serangkaian cacat yang terlihat selama penyelidikan.

Kondisi ini termasuk sistem penahanan tumpahan yang buruk, perawatan yang tidak memadai, dan "ketidakmampuan operator". Ikatan antara Beijing dan negara Melanesia yang kaya sumber daya telah tumbuh dengan cepat, tetapi ada ketegangan berulang atas standar di beberapa proyek mineral dan infrastruktur. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020