trubus.id
Kualitas Udara Buruk Sebabkan 400 Ribu Orang Alami Kematian Dini di Eropa

Kualitas Udara Buruk Sebabkan 400 Ribu Orang Alami Kematian Dini di Eropa

Syahroni - Sabtu, 19 Okt 2019 15:00 WIB

Trubus.id -- Pembangkit listrik tenaga batu bara, jalan raya yang penuh kendaraan dan pabrik-pabrik yang memuntahkan bahan bakar fosil telah berkontribusi pada dilema polusi udara Eropa yang terus berkembang. Industri, rumah tangga dan kendaraan semuanya memancarkan polutan yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Badan Lingkungan Eropa (EEA) menyoroti masalah ini ketika melaporkan bahwa lebih dari 400.000 orang Eropa mengalami kematian dini pada tahun 2016 karena kualitas udara yang buruk.

Polusi udara merugikan masyarakat, membahayakan kesehatan manusia dan pada akhirnya meningkatkan biaya perawatan kesehatan. Seorang ahli kualitas udara di EEA dan penulis penelitian, Alberto Gonzales Ortiz, memperingatkan bahwa polusi udara adalah "saat ini risiko lingkungan yang paling penting bagi kesehatan manusia."

Baca Lainnya : Waspada, Pembersih Berklorin Hasilkan Polusi Udara yang Membahayakan Keluarga

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polutan dengan bukti terkuat untuk masalah kesehatan masyarakat meliputi partikel (PM), ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2).

Kehadiran polutan udara yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar - baik dari sumber yang mobile seperti kendaraan atau dari sumber pabrik, penggunaan biomassa, industri atau rumah tangga - di atas langit Eropa berarti benua ini sangat membutuhkan rencana kualitas udara yang lebih efektif. Undang-undang Uni Eropa saat ini mensyaratkan evaluasi kualitas udara untuk menilai apakah partikel berbahaya telah melampaui ambang batas tertentu.

Pada awal 2017, UE menetapkan batasan polutan udara tertentu untuk mengatasi momok yang secara prematur mengklaim ratusan ribu nyawa orang Eropa setiap tahun. Faktanya, Juli lalu, Komisi Eropa meminta Pengadilan Kehakiman UE untuk menegur Spanyol dan Portugal atas praktik kualitas udara yang buruk. Baru-baru ini, pemerintah Inggris mengusulkan undang-undang lingkungan baru yang secara hukum menargetkan pengurangan polusi partikulat dengan mewajibkan para pembuat mobil untuk menarik kembali kendaraan dengan standar emisi di bawah standar.

Baca Lainnya : Ilmuan Soroti Hubungan Polusi Udara dengan Masalah Kesehatan Mental Anak

WHO telah berulang kali mengatakan bahwa polusi udara adalah penyebab tingginya persentase kematian global terkait dengan kanker paru-paru (29%), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) (43%), infeksi saluran pernapasan akut (17%), penyakit jantung iskemik (25%), stroke (24%) dan penyakit kardiovaskular lainnya. Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah secara tidak proporsional lebih rentan terhadap beban polusi partikulat, terutama populasi miskin dan terpinggirkan.

Menariknya, polusi udara juga merupakan pendorong utama perubahan iklim. Emisi telah menjadi kontributor terbesar pemanasan global, mempercepat pencairan salju glasial serta menyebabkan kondisi cuaca ekstrem yang memengaruhi pertanian dan ketahanan pangan.

Ortiz menambahkan, “Ketika kita memerangi polusi, kita juga harus memerangi perubahan iklim serta mempromosikan perilaku yang lebih sehat. Ini win-win solution."

 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

09 April 2020
09 April 2020
09 April 2020

Baca Juga

Berita Lainnya