trubus.id
Ketahui Penyakit yang Rentan Diderita Anjing Setelah Melahirkan

Ketahui Penyakit yang Rentan Diderita Anjing Setelah Melahirkan

Hernawan Nugroho - Selasa, 15 Okt 2019 10:00 WIB

Trubus.id -- Mempunyai anggota famili baru pasti sangat seru, namun sebelum itu kamu harus mewaspadai penyakit yang dapat diderita oleh sang induk. Hal tersebut perlu diperhatikan baik-baik agar kesehatannya dan anak-anaknya terjamin.

Pada umumnya, tidak semua anjing terkena penyakit setelah melahirkan atau ketika sedang menyusui. Tapi ada beberapa penyakit yang sangat mungkin diderita mereka. Ini beberapa penyakit yang mungkin dialami oleh hewan kesayangan menurut laman WestVet.   .

Baca Lainnya : Cara Melatih Anjing Senior Agar Kembali Aktif

1. Infeksi kelenjar susu

Infeksi kelenjar susu juga biasa dikenal dengan sebutan Mastitis. Infeksi ini terjadi karena adanya bakteri yang ada pada payudara hewan kesayangan. Biasanya infeksi ini ditandai dengan adanya perubahan warna dan lendir yang berbau pada area tersebut. Selain itu, nafsu makan anjingmu pun menurun. Jangan biarkan infeksi ini menyerang mereka karena dapat menghambat pemberian susu pada anak-anaknya. Jika ini terjadi, segera periksa ke dokter hewan terdekat atau memberi antibiotik dan kompres dingin pada infeksinya.

2. Diare

Diare juga merupakan penyakit yang sering diderita oleh anjing yang habis melahirkan dan sedang menyusui. Biasanya, ini terjadi karena makanan yang dicerna anjingmu sulit untuk dicerna. Berikan ia makanan yang mempunyai protein setidaknya 30% dan kalori 20%.

Baca Lainnya : Hal-Hal Sederhana Ini Membuat Usia Anjing Lebih Panjang

3. Eklampsia

Eklampsia merupakan penyakit ketika kalsium yang terkandung dalam darah rendah. Eklampsia ditandai dengan gerak yang kaku, gemetar, sampai kejang-kejang. Jika menemui kondisi ini segera bawa anjingmu ke dokter hewan terdekat. Pisahkan ia dari anak-anaknya sampai kondisi membaik. Pada saat ini, kamu bisa memberi makan anjingmu dengan makanan khusus kitten yang sudah dilunakkan dengan air. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020