trubus.id
Peristiwa » Menuju Digitalisasi Pertanian Modern Kampung Sayur...
Menuju Digitalisasi Pertanian Modern Kampung Sayur di Yogyakarta

Menuju Digitalisasi Pertanian Modern Kampung Sayur di Yogyakarta

Thomas Aquinus - Minggu, 13 Okt 2019 19:00 WIB

Trubus.id -- Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto mendorong kampung sayur yang banyak tersebar di sejumlah wilayah di Yogyakarta untuk memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari upaya digitalisasi pertanian modern.

“Salah satunya adalah membuat laman atau aplikasi untuk mempermudah penjualan produk. Tentunya, produk yang dijual harus memenuhi standar tertentu,” ujarnya, Minggu (13/10).

Menurutnya, upaya awal untuk penerapan digitalisasi pertanian sudah dimulai dilakukan dari kampung sayur yang berada di Kampung Jogonegaran.

Sugeng menyampaikan, kampung sayur di Jogonegaran memiliki perkembangan yang cukup baik, khususnya dari segi kualitas dan diversifikasi produk yang dihasilkan karena didukung oleh seluruh warga di wilayah tersebut.

Baca Lainnya : Jadi, Buah dan Sayur Lebih Sehat Dimakan Mentah atau Dimasak?

“Keberadaan kampung sayur di wilayah tersebut bahkan mampu mengubah kondisi sosial masyarakat. Wilayah yang semula kurang tertata, kini mulai terlihat rapi dan jauh dari kesan kumuh,” ujarnya.

Upaya digitalisasi pertanian, khususnya untuk mempermudah penjualan produk pertanian tersebut diharapkan sudah dapat direalisasikan pada 2020 dan menjadi percontohan untuk diterapkan di kampung sayur lainnya.

“Saat dijual pun, sudah harus ada deskripsi mengenai kondisi produk. Misalnya berat atau panjang batangnya sehingga memudahkan pembeli dalam memilih produk yang diinginkan,” katanya.

Selain memanfaatkan teknologi informasi, upaya modernisasi pertanian di Kota Yogyakarta yang akan diterapkan adalah pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses produksi, seperti penyiraman otomatis yang akan memudahkan petani.

Baca Lainnya : Impor Sayuran Meroket pada Mei 2019, Bawang Putih Catat Kontribusi 69.8 Persen

“Lahan pertanian di Kota Yogyakarta memang tidak terlalu luas, begitu pula dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) sehingga dibutuhkan bantuan teknologi untuk mempermudah proses produksi,” katanya

Penerapan teknologi, lanjut Sugeng, juga sudah dilakukan saat panen padi sehingga padi hasil panen akan langsung diolah menggunakan mesin menjadi gabah. “Gabah pun sudah akan langsung dimasukkan ke dalam karung dengan ukuran berat tertentu dalam kondisi sudah terjahit rapi,” pungkasnya dilansir Antaranews.

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020