trubus.id
Integrasi Sawit Sapi Diharapkan Dapat Mewujudkan Ketahanan Pangan Hewani Berbasis Sumber Daya Lokal

Integrasi Sawit Sapi Diharapkan Dapat Mewujudkan Ketahanan Pangan Hewani Berbasis Sumber Daya Lokal

Thomas Aquinus - Jumat, 11 Okt 2019 09:00 WIB

Trubus.id -- Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan hewani berbasis sumber daya lokal serta untuk mengembalikan Indonesia sebagai eksportir sapi seperti pada masa lalu, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produksi daging sapi di dalam negeri. Salah satunya adalah pengembangan ternak sapi melalui integrasi sawit-sapi.

Integrasi sawit-sapi merupakan multiplier effects dari perkebunan kelapa sawit. Umumnya peternak menggembalakan ternaknya di lahan perkebunan namun dengan model integrasi sawit sapi, memiliki potensi yang sangat besar dalam penyediaan pakan yang murah dan mudah berupa seresah daun dan dahan kelapa sawit, limbah bungkil sawit dan solid decanter yang dapat didayagunakan menjadi pakan ternak yang berkualitas.

Keinginan pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi daging melalui sistem integrasi sawit sapi patut diapresiasi. Hal tersebut sesuai dengan program swasembada sapi yang telah di canangkan pemerintah di tahun 2014.

Baca Lainnya : Bahas Kelapa Sawit, Jokowi Berharap Dukungan Belanda Hadapi Uni Eropa

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT Soni Solistia Wirawan menyampaikan, perkebunan sawit mempunyai potensi yang besar dalam penyediaan pakan yang murah dan mudah yang dapat digunakan menjadi pakan ternak yang berkualitas.  
 
"Program integrasi kelapa sawit dan sapi yang dilakukan BPPT merupakan kegiatan pelayanan teknologi untuk kemandirian bangsa terutama untuk memenuhi kebutuhan daging nasional," ujarnya saat Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Strategi dan Kebijakan Untuk Pengembangan Sawit Sapi di Provinsi Riau, (10/10).

FGD tersebut merupakan rangkaian acara Launching Pilot Project Teknologi Peternakan Integrasi Sawit Sapi Skala Peternakan Rakyat.

"Semoga intergrasi sawit sapi dapat diterapkan di daerah-daerah lain, dan kami di BPPT siap membantu, mengawal daerah lain dalam mengembangkan sawit sapi guna meningkatkan populasi dan produktivitas ternak sapi potong guna mendukung swasembada protein nasional, tentunya dengan dukungan daerah," ujarnya.

Baca Lainnya : Perkebunan Sawit Dominasi Karhutla Mencapai 328.724 Hektare, KLHK Rinci Pemadaman Habiskan Rp105 Miliar

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Riau terus berupaya untuk meningkatkan ternak sapi yang memadai sehingga dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan daging nasional.

"Program sawit sapi ini memiliki tujuan diantaranya menjamin perningkatan produktifitas, memenuhi kebutuhan sapi nasional serta meningkatkan taraf hidup masyarakat," katanya.

Wagub Edy juga menyebutkan, bahwa integrasi sawit sapi sangat baik karena dapat meningkatkan pendapatan petani juga biaya pakan sapi dapat dihemat dengan memanfaatkan limbah dari pekebunan sawit secara maksimal dan ini diharapkan juga dapat memberikan kontribusi.

Baca Lainnya : Dorong Produksi Padi di Musim Kemarau, Sumbar Tanam Padi di Lahan Kering dan Integrasi Sawit

"Diharapkan melalui FGD ini kata Edy dapat memberikan kontribusi dalam menghitung limbah sawit serta mengidentifikasi permasalahannya. Dengan menyusun strategi peningkatan perkebunan sawit sapi semoga dapat membarikan kontribusi yg positif," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Pelalawan H.M Harris, ia mengatakan pihaknya telah bersama dengan BPPT selama 10 tahun dan berhasil untuk dijadikan contoh bagi daerah lain dalam menerapkan sinergi sawit sapi.

"Sapi kita memiliki potensi ekspor. Karenanya perlu dukungan dan kebijakan dari pemerintah agar bisa berjalan. Jadi untuk mewujudkan itu semua harus ada sinergi dari BPPT dan pelalawan," pungkasnya. 

 

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020