trubus.id
Life » Buah Manggis Berpotensi Kurangi Emisi Gas Karbon,...
Buah Manggis Berpotensi Kurangi Emisi Gas Karbon, Ini Penjelasannya

Buah Manggis Berpotensi Kurangi Emisi Gas Karbon, Ini Penjelasannya

Thomas Aquinus - Senin, 07 Okt 2019 08:00 WIB

Trubus.id -- Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman, menyebutkan pengembangan manggis memberi manfaat ganda, selain manfaat ekonomi langsung juga berpotensi mengurangi emisi karbon.
 
"Tanaman manggis adalah salah satu anugerah yang diberikan Tuhan untuk daerah tropis seperti Indonesia. Selain buahnya bernilai komersil tinggi, manggis juga baik untuk konservasi. Tanaman pelindung kota, memperbaiki kualitas lingkungan karena sifatnya yang every green, akarnya kokoh serta batangnya kuat dan elestis. Sangat potensial untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon," ujarnya dilansir dari laman Kementerian Pertanian.
 
Liferdi menjelaskan adanya Protokol Kyoto 1997 yang mengatur tentang perdagangan karbon. Dalam konteks negara, siapa pun yang melakukan upaya pengurangan emisi misalnya CO2 maka berhak mendapatkan kompensasi. Dengan asumsi 1 ton karbon mendapatkan kompensasi senilai US$ 71. 
 
"Sesuai data BPS tahun 2018, kita punya 2,1 juta batang pohon manggis yang sudah menghasilkan atau identik dengan pohon manggis yang sudah berumur tua. Nah, kalau dalam setiap 1 pohon manggis diasumsikan menyimpan 10 kg karbon saja, maka sejatinya sudah berkontribusi mengurangi emisi sebanyak 21.000 ton CO2. Kalau dikalkulasi ekonomi atau diperdagangkan di pasar karbon bisa senilai kurang lebih US$1,49 juta," papar Liferdi.

Baca Lainnya : Konsumsi Manggis Bikin Awet Muda, Mitos atau Fakta
 
Dalam konteks jasa, lanjut Liferdi, lingkungan tanaman manggis yang telah menghasilkan buah, mampu memberikan manfaat ekonomi lingkungan kepada masyarakat sebesar US$1,49 juta atau Rp 20,8 miliar. 
 
"Nilai tersebut baru dari aspek pengurangan emisi, belum nilai ekonomi langsung dari hasil buah dan bagian tanaman manggis lainnya. Terlebih lagi kalau dihitung jasa lingkungannya terhadap pengendalian banjir, erosi dan konservasi air tanah. Luar biasa besar manfaatnya," terang Liferdi yang juga dikenal sebagai pakar manggis tersebut.
 
Menurut Liferdi, saat ini Ditjen Hortikultura terus menggodog dan menyempurnakan Grand Design pengembangan Hortikultura 2020-2024, yang mensinergikan berbagai aspek terkait dari hulu hingga hilir. Khusus manggis, pihaknya mendorong pengembangan kawasan manggis yang berorientasi pasar modern dan ekspor namun tetap berwawasan lingkungan. 

Baca Lainnya : 7 Khasiat Luar Biasa Manggis, Si Ratu Buah yang Mendunia

"Tanaman manggis dikenal sebagai tanaman yang berumur panjang bahkan bisa mencapai ratusan tahun. Tidak serta merta misalnya ditanam sekarang lalu bisa dipetik buahnya 2-3 tahun lagi. Untuk belajar berbuah saja paling tidak butuh 8 tahun. Jadi perlu manajemen pengelolaan kebun dan visi jangka panjang yang kuat terkait kelestarian lingkungan," katanya. 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020