trubus.id
Kenali Gangguan Somatisasi, Rasa Sakit Berasal dari Sugesti Sendiri

Kenali Gangguan Somatisasi, Rasa Sakit Berasal dari Sugesti Sendiri

Hernawan Nugroho - Sabtu, 05 Okt 2019 20:00 WIB

Trubus.id -- Gangguan somatisasi atau disebut juga somatoform adalah suatu kelompok kelainan psikiatrik yang manifestasinya dapat berupa berbagai gejala fisik yang dirasakan signifikan oleh pasien, namun tidak ditemukan penyebabnya secara medis. Simpelnya, menurut HealthToday itu adalah sebuah gangguan fisik yang berasal dari pikiran.

Apa saja ciri khas gangguan somatisasi? Biasanya menyerang usia sebelum usia 30 tahun dan lebih sering pada wanita. Keluhan atau gejala fisik berulang, banyak gejala dan berubah-ubah. Gejala yang sering dialami pasien antara lain:

Baca Lainnya : Sakit Perut Setelah Minum Susu, Mengapa Bisa Terjadi?

  • Sakit perut, diare, atau sembelit
  • Sakit kepala yang berpindah-pindah
  • Sakit punggung, sakit lengan, dan sendi-sendi tubuh seperti lutut dan pinggul
  • Pusing bahkan sampai pingsan
  • Masalah menstruasi, misalnya kram saat menstruasi
  • Sesak napas
  • Sakit dada dan jantung berdebar-debar
  • Mual, kembung, begah
  • Masalah saat berhubungan seksual
  • Gangguan tidur, baik insomnia atau hipersomnia
  • Lemah, letih, lesu dan kurang bertenaga
  • Perilaku tersebut sudah berlangsung lebih dari 2 tahun.
  • Pasien datang dengan disertai permintaan pemeriksaan medis, bahkan sampai memaksa dokter.
  • Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan dokter tidak menunjukkan adanya kelainan yang dapat menjelaskan keluhan tesebut.

Pasien biasanya menolak membahas kemungkinan adanya penyebab psikologis. Pasien selalu mencari informasi tentang gejala yang dialaminya dan bersikap “sok tahu”.

Gejala awal dan lanjutan dari keluhan yang dialami berhubungan erat dengan peristiwa kehidupan yang tidak menyenangkan atau konflik-konflik di kehidupan pasien.

Pasien biasanya menunjukkan perilaku mencari perhatian (histrionik), terutama karena pasien tidak puas dan tidak berhasil membujuk dokter menerima pikirannya bahwa keluhan yang dialami merupakan penyakit fisik dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pasien selalu tidak mau menerima nasihat dari berbagai dokter yang menyatakan tidak ada kelainan medis yang dapat menjelaskan gejala-gejala tersebut

Bagaimana bila kita atau anggota keluarga mengalami gangguan somatisasi?

Langkah awal untuk menghentikan gangguan somatisasi adalah menerima bahwa gejala yang timbul berasal dari pikiran. Dengan sikap menerima, Anda akan lebih mudah untuk mengatasi gejala yang diderita. Periksakan gejala yang dialami konsisten pada satu dokter dan bangun kepercayaan pada dokter tersebut.

Baca Lainnya : Pusing Setelah Makan, Mungkin Ini Penyebabnya

Sebaiknya mengontrol tingkat stress yang dapat memicu gejala tersebut datang menghampiri. Caranya dengan banyak melakukan aktivitas fisik, hobi, olahraga, ataupun rekreasi bersama keluarga. Selain itu, olahraga yang memadukan olah fisik dan pikiran seperti yoga, dapat dicoba sebagai pengalaman baru. Relaksasi dan olah napas juga dapat membantu meredakan gejala yang dialami.

Keluhan yang dialami berasal dari pikiran, sehingga harus mampu mengendalikan jika keluhan tersebut mulai datang. Perbanyak komunikasi dengan keluarga dan sahabat tanpa membantu melupakan gejala tersebut. Bergabung dengan komunitas baru juga mampu mengusir gejala yang selama ini dialami secara bertahap. Jika memungkinkan, bisa meminta dokter kepercayaan untuk mengikuti program tertentu. Salah satu program untuk penderita gangguan ini adalah Cognitive Behavior Therapy (CBT). Terapi ini merupakan salah satu tatalaksana yang efektif untuk mengelola gangguan somatoform dalam jangka panjang.

Editor : System

Berita Terkait

23 Jan 2020
23 Jan 2020
23 Jan 2020

Baca Juga

Berita Lainnya