trubus.id
Peristiwa » Penyakit Tidak Menular Meningkat, Berikut Empat Pi...
Penyakit Tidak Menular Meningkat, Berikut Empat Pilar Pencegahan Dari Kemenkes

Penyakit Tidak Menular Meningkat, Berikut Empat Pilar Pencegahan Dari Kemenkes

Astri Sofyanti - Jumat, 04 Okt 2019 14:30 WIB

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya menekan tingkat risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) yang terus meningkat dalam beberapa tahun belakang. Bahkan PTM kini mulai menjangkiti generasi muda Indonesia.

"Pencegahan promosi kesehatan selama ini yang kami lakukan melalui empat pilar," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Cut Putri Arianie dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema Peluncuran Program Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit, di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (4/10)

Berikut empat pilar pencegahan PTM yang terus silakukan Kemenkes, pertama, Kemenkes bersama sejumlah instansi terkait menggiatkan informasi dan edukasi terkait risiko penyakit ke masyarakat luas. Sosialiasi dan edukasi ini ditujukan baik ke populasi berrisiko tinggi maupun rendah. Sarana edukasi ini bisa melalui melalui media cetak, tatap muka maupun digaungkkan lewat media sosial.

Baca Lainnya : Kemenkes Beberkan 3 Konsep Penanggulangan Dampak Karhutla Bagi Kesehatan

Pilar kedua, melakukan program deteksi dini kepada semua kalangan baik populasi sehat maupun terindikasi tidak sehat melalui fasilitas kesehatan berbasis masyarakat seperti Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di kampus-kampus dan perkantoran. Ditargetkan ada satu Posbindu di setiap desa/kelurahan.

"Melalui Posbindu mereka bisa mengecek berat badan, kadar kolesterol dan tekanan darah. Petugas di sana akan mencatat profil kesehatan, dipantau dan memberikan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan," ucapnya kembali.

Cut Putri menambahkan, pilar berikutnya adalah menggiatkan imuninasi khusus seperti kanker serviks/tes IVA maupun upaya deteksi dini penyakit tidak menular di faskes maupun komunitas.

Pilar keempat, menggerakkan Gerakan Masyarakat Hidup sehat (Garmas) dengan meminta setiap instansi pemerintah, kementerian dan lembaga membuat wilayah sehat seperti kawasan bebas rokok, sosialisasi agar menkonsumsi makanan sehat dengan kadar gula, garam, minyak sawit/goreng tidak berlebihan. Tak lupa, pemerintah bersama kalangan swasta, komunitas, dunia pendidikan menggulirkan pola hidup sehat rutin seperti wajib berolahraga atau senam ringan setiap hari di lingkungan masing-masing.

Baca Lainnya : Cegah Polio Mewabah di Indonesia, Kemenkes Bangun Benteng di Provinsi Perbatasan

Lebih lanjut diakuinya, kunci untuk mencegah perluasan PTM adalah dengan menguatkan perangkat deteksi dini dalam mengindetifikasi penyakit tersebut. Untuk itu, Kemenkes mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan hal itu sebagai sebuah kesadaraan gaya hidup sehat.

"Kita di era transisi dari penyakit menular ke meningkatnyya penyakit tidak menular karena aktivitas fisik kita menurun. Kemajuan teknologi juga ikut menjadi faktor pemicu risiko penyakit ini," pungkas Cut Putri Arianie. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020