trubus.id
Lindungi Kesehatan Warga, Meksiko Segera Terapkan Undang-undang Label Junkfood

Lindungi Kesehatan Warga, Meksiko Segera Terapkan Undang-undang Label Junkfood

Syahroni - Rabu, 02 Okt 2019 17:30 WIB

Trubus.id -- Dewan Majelis Meksiko dengan suara bulat mengeluarkan undang-undang untuk membuat produsen memasang label peringatan pada junk food produksi mereka, Selasa (1/10). Undang-undang ini disahkan untuk menentang tekanan industri dalam upaya untuk melindungi kesehatan konsumen di salah satu negara paling gemuk di dunia itu.

RUU, yang mengharuskan paket makanan untuk menempelkan label di bagian depan jika isinya tinggi gula, natrium atau lemak jenuh, melewati Kamar Deputi dengan 445 suara yang mendukung dan tiga abstain.

RUU itu sekarang masuk ke Senat, di mana ia juga diperkirakan akan disahkan, dan kemudian kepada Presiden sayap kiri, Andres Manuel Lopez Obrador, yang telah mendukungnya.

Baca Lainnya : Bagi Kalian yang Hobi Makan Junk Food, Waspadai Penyakit Ini

Pemungutan suara menentang kampanye oleh industri makanan olahan yang kuat di negara itu, yang mencakup perusahaan-perusahaan seperti Bimbo, pembuat barang-barang panggang terbesar di dunia.

"Meskipun ada penolakan kuat dari industri, kami memutuskan untuk terus maju ... demi kebaikan bersama," terang Mario Delgado, pemimpin partai Lopez Obrador di dewan majelis rendah, mengatakan dalam sebuah pernyataan menjelang pemungutan suara.

Hampir sepertiga dari semua orang dewasa di Meksiko mengalami obesitas, menurut Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), menjadikannya yang paling gemuk setelah Amerika Serikat dalam kelompok beranggotakan 36 negara anggota.

Meksiko juga memiliki salah satu tingkat obesitas anak tertinggi di dunia. Hampir sepertiga dari anak-anak Meksiko kelebihan berat badan atau obesitas.

RUU tidak menentukan seperti apa label baru nantinya.

Para juru kampanye kesehatan masyarakat mendorong sesuatu yang mirip dengan label yang diadopsi pada tahun 2016 di Chili: segi enam hitam dengan peringatan putih.

Baca Lainnya : Junk Food Jadi Biang Keladi Anak-anak di Nepal Alami Stunting

Mereka tampak seperti tanda berhenti yang mendesak konsumen untuk berpikir dua kali sebelum membeli: "tinggi kalori," "tinggi gula," "tinggi lemak jenuh."

Kelompok lobi untuk industri produk konsumen Meksiko, ConMexico, mengatakan tindakan itu akan menjadi kontra-produktif.

"Ini menyembunyikan informasi. Tidak memberi tahu Anda apa tingkat nutrisi utama, berapa banyak gula, kalori, natrium atau lemak," kata Jaime Zabludovsky, presiden eksekutif kelompok itu seperti dilansir medicalxpress.com.

Tetapi Lopez Obrador menegaskan bahwa undang-undang itu akan membantu menurunkan angka diabetes dan gizi buruk.

"Penyakit ini berasal atau diperburuk oleh gizi buruk, ketika orang tidak makan makanan sehat. Jadi kita perlu program untuk membimbing orang," katanya. [RN]
 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020