trubus.id
Tujuh Gajah Diyakini Mati Diracun Penduduk yang Marah di Sri Lanka

Tujuh Gajah Diyakini Mati Diracun Penduduk yang Marah di Sri Lanka

Syahroni - Senin, 30 Sept 2019 18:00 WIB

Trubus.id -- Pejabat margasatwa menemukan tiga gajah liar mati di Sri Lanka tengah, Sabtu (28/9) kemarin. Dengan temuan ini, jumlah gajah yang mati karena diduga diracuni oleh penduduk desa yang marah kini menjadi tujuh ekor.

Bangkai satwa dilindungi itu sendiri ditemukan di hutan cadangan dekat Sigiriya, benteng batu abad kelima dan situs warisan yang dilindungi UNESCO, kata polisi.

"Sejak Jumat, kami telah menemukan sisa-sisa tujuh bangkai gajah, termasuk sepasang gading," kata juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekera seperti dilansir dari BBC, Senin (30/9).

Baca Lainnya : CITES Larang Ekspor Gajah Liar Afrika Ke Kebun Binatang Seluruh Dunia

Hampir 200 gajah terbunuh setiap tahun di pulau . Sebagian besar diketahu dibunuh oleh petani karena hewan-hewan yang tersesat itu merusak lahan pertanian mereka. Gajah yang memasuki ladang petani membunuh sekitar 50 orang setiap tahun. Sebagian besar peristiwa ini terjadi ketika makhluk itu menyimpang ke desa-desa dekat habitat mereka.

Baca Lainnya : Pemerintah Sri Lanka Selidiki Penganiayaan pada Gajah Kurus di Parade Buddha

Sementara itu, seekor gajah betina yang tengah hamil dan pejantan dewasa ditemukan di antara empat bangkai yang ditemukan pada hari Jumat (27/9) lalu. Para ahli dan dokter hewan akan melakukan otopsi, kata seorang pejabat polisi di Sigiriya, utara Kolombo, karena mereka curiga hewan-hewan itu mungkin telah diracuni.

Polisi mengatakan telah terjadi serentetan insiden yang melibatkan gajah-gajah liar yang menyerbu desa-desa dan merusak tanaman di daerah itu. Namun membunuh binatang ini secara teori bisa dihukum mati.

Populasi gajah di Sri Lanka telah menyusut menjadi lebih dari 7.000, menurut sensus terakhir. Jumlah ini turun dari sekitar 12.000 pada awal abad terakhir. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020