trubus.id
LIPI Dorong Pemerintah Manfaatkan  Jamur untuk Program Pangan Fugsional

LIPI Dorong Pemerintah Manfaatkan Jamur untuk Program Pangan Fugsional

Binsar Marulitua - Kamis, 26 Sept 2019 16:00 WIB

Trubus.id -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong pemerintah memanfaatkan jamur dalam program pangan fugsional. Potensi keberagaman jamur pangan perlu dieksplor karena Indonesia  merupakan negara tropis yang kaya akan sumber daya hayati. 

"Belum banyak pihak  yang mengkhususkan diri ke pengelolaan jamur pangan jamur, padahal saat ini pemerintah sedang mendorong program pangan fugsional," ungkap Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny  Sudarmonowati pada The 3rd International Workshop on Mushroom Biology and Technology, Rabu (25/9/2019) kemarin di Bogor, Jawa Barat.

Baca Lainnya : 11.826 Hektar Lahan Terbakar, Kepala BNPB Dorong Penyuluh Lapangan Cegah Karhutla di Sumsel

Ia menjelaskan, Indonesia jenis jamur endemik  yang sangat potensial, tidak hanya perlu diteliti, namun perlu dikembangkan pemanfaatannya. Tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai makanan, jamur dapat menjadi bahan baku minuman, obat dan kosmetik.

"Saat ini pengimpor bibit jamur pangan terbesar dikuasai oleh Jepang dan Cina," tambahnya. 

Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Atit Kanti menambahkan sejak krisis moneter tahun 1998, LIPI telah memulai riset jamur pangan, khususnya jenis jamur makro. Untuk hasil riset jamur, LIPI telah berhasil mengembangkan bibit unggul jamur makro, khususnya jamur tiram dan telah banyak dimanfaatkan oleh petani.

Baca Lainnya : 14 Perusahaan Asing Terlibat Karhutla di Indonesia, Malaysia dan Singapura Mendominasi

"Saat ini, LIPI memiliki 200 koleksi jamur pangan yang tersimpan pada Indonesian Culture Collection (InaCC) di Cibinong, Jawa Barat," sambung Atit Kanti.  

Sementara itu  peneliti jamur Pusat Penelitian Biologi LIPI  Atik Retnowati mengungkapkan hingga tahun 2017 Herbarium Bogoriense yang dikelola LIPI telah memvalidasi hampir 2.273 jenis jamur. Keberagaman jamur Indonesia sangat tinggi dan hingga saat ini kegiatan taxonomi jamur masih terus dilakukan untuk mengungkap keberagaman tersebut.

 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020