trubus.id
Indonesia Dorong Aksi Iklim Berbasis Laut Jaga Keseimbangan Pertumbuhan Ekonomi dan SDM

Indonesia Dorong Aksi Iklim Berbasis Laut Jaga Keseimbangan Pertumbuhan Ekonomi dan SDM

Thomas Aquinus - Selasa, 24 Sept 2019 17:00 WIB

Trubus.id -- Pemerintah Indonesia mendukung upaya dunia dalam mendorong aksi iklim berbasis laut guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sumber daya laut.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri Panel Tingkat Tinggi dalam Membangun Ekonomi Laut Berkelanjutan, dalam rangkaian Sidang Umum Ke-74 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Senin (23/9).

"Kita harus terus menjaga keseimbangan antara menjaga pertumbuhan ekonomi dan melindungi laut dan sumber dayanya. Ini adalah dua sisi dari mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” ujar Wapres JK dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta.

Baca Lainnya : Aktivis Lingkungan Swedia Dukung Pelajar di New York Bolos Sekolah Demi Aksi Protes Perubahan Iklim

Dalam rangka mewujudkan kondisi laut yang lebih sehat dan produktif, Wapres menyampaikan, bahwa Indonesia sebagai negara maritim merupakan mitra penting bagi negara-negara lain dalam menyelamatkan laut.

Oleh karena itu, koalisi antarnegara di dunia perlu ditingkatkan dalam upaya mengarustamakan agenda kelautan di tingkat kawasan maupun global, tambah Wapres.

“Koalisi negara untuk menyelamatkan laut sangat penting, dan Indonesia adalah mitra dalam upaya menyelamatkan laut kita bersama,” ujarnya.

Upaya yang dapat dilakukan bersama, lanjut Wapres, antara lain dengan memerangi illegal, unreported, unregulated (IUU) fishing dan mendukung penuh inisiasi aksi iklim berbasis laut.

Baca Lainnya : Masyarakat Indonesia Perlu Edukasi Tentang Resiko dan Pengendalian Perubahan Iklim

"Ini merupakan prakarsa penting dalam menegaskan keterkaitan laut dan iklim," katanya.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Delegasi Indonesia di Sidang Umum Ke-74 PBB di hadapan ratusan pemimpin negara dengan tema Galvanizing Multilateral Efforts for Poverty Eradication, Quality Education, Climate Action and Inclusion.

JK menegaskan, antara kebutuhan untuk pertumbuhan ekonomi dan melindungi laut dan sumber dayanya harus tetap dijaga.

"Ini adalah dua sisi dari mata uang yang tidak bisa dipisahkan," ujar JK.

Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan bahwa Indonesia mendukung penuh inisiatif aksi iklim berbasis laut yang akan diluncurkan hari ini, guna mendukung UN Climate Action Summit

"Ini merupakan prakarsa penting dalam menegaskan keterkaitan laut dan iklim," kata dia.

Sejumlah menteri yang turut mendampingi Wapres JK dalam acara tahunan PBB tersebut adalah Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Baca Lainnya : Perangi Perubahan Iklim, Jerman Usulkan Kenaikan Pajak Daging

Sidang Umum Ke-74 PBB kali ini akan dihadiri oleh 100 kepala negara, tiga wakil kepala negara, 47 perdana menteri, tiga menteri, dua pimpinan delegasi dan 193 delegasi negara anggota PBB.

Di sela rangkaian kegiatan Sidang Umum Ke-74 PBB, Wapres juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala negara, serta menghadiri undangan makan malam gala bersama Presiden AS Donald Trump di Lotte New York Palace Hotel. 

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020