trubus.id
Perubahan Iklim Ganggu Perilaku Kawin Burung-burung Penghuni Padang Rumput

Perubahan Iklim Ganggu Perilaku Kawin Burung-burung Penghuni Padang Rumput

Syahroni - Rabu, 18 Sept 2019 16:00 WIB

Trubus.id -- Naiknya suhu global berdampak pada kemampuan burung padang rumput untuk kawin, memaksa beberapa pejantan untuk memilih antara layar kawin berenergi tinggi atau mencari tempat berlindung dan menghemat energi untuk melindungi diri dari panas, menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE.

Dalam studi yang dipimpin oleh para ilmuwan di Inggris, Kenya, Portugal, Spanyol, dan Brazil ini, diteliti perilaku kawin pada burung bustards kecil atau Tetrax tetrax, burung padang rumput yang terancam, di Semenanjung Iberia, daerah Eropa yang telah mengalami beberapa peningkatan paling drastis dalam suhu dan kekeringan karena perubahan iklim.

Bustards kecil, seperti banyak spesies burung, berpartisipasi dalam perkumpulan pembiakan yang dikenal sebagai "lek," di mana pejantan mencoba menarik perhatian betina dengan berdiri tegak, membusungkan lehernya, dan mengeluarkan bunyi mendengus. Para peneliti menemukan bahwa semakin tinggi suhu naik, bustards kecil yang kurang jantan melakukan layar kawin mereka.

Jika tren pemanasan terus berlanjut, aktivitas tampilan perkawinan spesies ini dapat menurun hingga 10 persen pada tahun 2100. Ditambah dengan hilangnya habitat yang luas, para ilmuwan memperingatkan penurunan suhu yang didorong ini dapat menyebabkan kepunahan lokal atau wilayah.

"Banyak orang yang akrab dengan dampak pemanasan global terhadap satwa liar melalui kekeringan, badai atau kebakaran hutan, serta migrasi sebelumnya dengan pemanasan," terang Paul Dolman, seorang ahli ekologi di University of East Anglia di Inggris dan penulis pendamping dari studi baru itu dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari e360digest.com.

“Tetapi perubahan iklim memengaruhi spesies dalam banyak cara halus lainnya yang dapat menyebabkan perubahan tak terduga. Burung-burung kecil yang hidup di Semenanjung Iberia telah terpapar ke beberapa suhu tertinggi dalam kisaran spesies mereka. Mereka adalah salah satu dari banyak spesies burung dan mamalia yang memiliki ritual tampilan yang mewah dan penuh energi. Temuan kami menyoroti perlunya kerja lebih lanjut untuk memahami mekanisme yang mendasari respons terhadap perubahan iklim dan untuk menilai implikasi perubahan ini pada tingkat populasi. ” ujarnya lagi. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020