trubus.id
Rp257 Triliun Dana Desa Beri Dampak Peningkatan Status Desa

Rp257 Triliun Dana Desa Beri Dampak Peningkatan Status Desa

Thomas Aquinus - Rabu, 18 Sept 2019 11:30 WIB

Trubus.id -- Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kemenko PMK,  Sonny Harry B. Harmadi, menyampaikan bahwa secara akumulatif, sejak tahun 2015 hingga akhir tahun 2019 telah disalurkan sebesar Rp257 triliun untuk keseluruhan desa. Dengan jumlah tersebut, berbagai hasil capaian pembangunan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.

“Dampaknya, ribuan desa bangkit membangun, naik status dari sangat tertinggal menjadi tertinggal, dari tertinggal menjadi berkembang, dari berkembang menjadi maju dan dari maju menjadi mandiri,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikannya dalam workshop dengan tema Pemanfaatan Teknologi Berbasis Kearifan Lokal Desa kerja sama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Adapun tujuan dari workshop tersebut dalam rangka mendapatkan solusi konkret pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Baca Lainnya : Kearifan Lokal Egek Sukses Jaga Kelestarian Alam Laut Sorong

Dalam keterangan tertulisnya, Sonny mengungkapkan, Desa memiliki kewenangan untuk menentukan kegiatan yang dibiayai Dana Desa sesuai dengan kebutuhan desa tersebut. Namun diakuinya, bahwa penggunaan Dana Desa sampai saat ini masih berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar.

“Seharusnya mulai digeser ke arah pemberdayaan masyarakat dan peningkatan usaha ekonomi produktif. Perguruan tinggi sebagai lumbung pikir mempunyai peran penting dalam memberikan solusi karena menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga nantinya pembangunan desa lebih berkualitas”, jelasnya.

Menurutnya,  kerjasama dengan sivitas akademika diperlukan untuk menemukan permasalahan dan mendapatkan solusi yang sesuai dengan karakteristik daerah.

“Masalah seperti ketersediaan dan akses terhadap air bersih, konektivitas, pemenuhan kebutuhan energi, akses jaringan telekomunikasi dan internet masih dialami desa. ITS mempunyai platform yang konsisten dalam pengembangan teknologi untuk memperkuat inovasi dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup penduduk desa," tambah Sonny.

Baca Lainnya : Dengan Kearifan Lokal Kemensos Dampingi Warga Asmat

Hal ini diamini oleh Rektor ITS, Prof. Mochamad Ashari. Dalam paparannya, Prof. Ashari menyampaikan bahwa ITS sudah memiliki teknologi yang dapat membantu pembangunan desa tinggal disesuaikan dengan kebutuhannya. “ITS siap memberikan kontribusi kepada Pemerintah dalam membangun desa,” tegas Prof. Ashari.
 
Guna mendapatkan rekomendasi yang komprehensif dan konkret, peserta workshop dibagi menjadi 5 (lima) kelompok kerja yaitu (i) Infrastruktur Dasar: Listrik, Air Bersih, Infrastruktur Jalan, dan Sanitasi; (ii) Konektifitas dan Aksesibilitas; (iii) Capacity Building Perangkat Desa dan Masyarakat; (iv) Sustainability Program; dan (v) Teknologi Produksi Sederhana dan Tepat Guna.

Workshop juga dihadiri Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Taufik Majid, yang memaparkan filosofi pembangunan desa dan teknologi tepat guna apa yang dibutuhkan untuk mendukung kemajuan desa. 

Baca Lainnya : Dana Desa Fasilitasi Wahana Bermain di Pantai Sorake Nias

Mengakhiri Workshop, Sonny menjelaskan, “teknologi sesederhana apapun mutlak dibutuhkan, termasuk di desa, saat solusi konvensional tak mampu menyelasaikannya.” Workshop diselenggarakan di Auditorium Gedung Pusat Riset ITS, diikuti para dekan dan guru besar ITS serta perwakilan pemerintah daerah dan desa. Sejumlah pejabat pemerintah pusat turut hadir untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini secara konkret. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020