trubus.id
Konsumen Sadar Perubahan Iklim, Industri Daging dan Kemasan Plastik Terusik

Konsumen Sadar Perubahan Iklim, Industri Daging dan Kemasan Plastik Terusik

Thomas Aquinus - Rabu, 18 Sept 2019 07:00 WIB

Trubus.id -- Tumbuhnya kekhawatiran seputar perubahan iklim telah mengubah perilaku konsumen. Kantar, sebuah perusahaan analisis data, baru-baru ini menerbitkan sebuah laporan yang mendokumentasikan bahwa kesadaran lingkungan mengubah pilihan konsumsi, terutama pada penjualan daging dan barang-barang plastik sekali pakai.

Dari 65.000 orang yang disurvei di 24 negara di Asia, Eropa dan Amerika Latin, sepertiga menyatakan khawatir tentang lingkungan. Sekitar setengah dari orang-orang itu, atau 16 persen dari total responden, secara aktif mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak lingkungan mereka.

“Kami telah melihat pengurangan kecil dalam pengeluaran untuk daging, minuman botolan dan kategori seperti tisu kecantikan,” ungkap Kantar. "Ketika pasar menjadi lebih kaya, fokus pada masalah lingkungan dan plastik meningkat."

Baca Lainnya : Sedotan Unik Non-Plastik Berbahan Pasta

Jajak pendapat lebih lanjut mengungkapkan bahwa responden Eropa Barat lebih terlibat dalam mengurangi dampak lingkungan dibandingkan dengan rekan mereka di Asia dan Amerika Latin. Pembeli Austria dan Jerman mendapat peringkat sebagai yang paling 'ramah lingkungan,' diikuti oleh konsumen Inggris. Tetapi 37 persen responden Chili terbukti sadar lingkungan, sehingga menjadikan Chili berbeda dari negara-negara Amerika Latin.

Kantar menegaskan, "Studi kami menunjukkan ada permintaan tinggi untuk produk ramah lingkungan yang harga bersaing dan tersedia."

Baru bulan lalu, Intergovernmental Panel on Climate Change dari PBB menyampaikan urgensi bahwa konsumsi daging global harus dikurangi untuk membantu membalikkan pemanasan global. Lebih lanjut, pengurangan emisi karbon dioksida dapat dipercepat dengan meningkatnya konsumsi dan produksi makanan nabati.

Baca Lainnya : Plastik Ditemukan dalam Fosil, Peneliti Sebut Kita Telah Memasuki Zaman Plastik

Akibatnya, telah terjadi ekspansi pasar dalam protein nabati dan penawaran alternatif lain untuk daging. Perusahaan seperti Impossible Foods, Beyond Meat dan bahkan Moving Mountains Foods yang berbasis di London telah menjadi lebih utama dengan banyak produk flexitarian, vegetarian, dan vegan mereka muncul di menu restoran serta rak-rak toko grosir dan eceran. Karena protein tanpa daging masih merupakan industri yang masih baru, pesaing kemungkinan akan muncul dalam waktu dekat sebagai respon terhadap panggilan untuk pengurangan daging dan susu.

Sementara itu, larangan legislatif baru-baru ini terhadap barang sekali pakai seperti botol, sedotan, tas pembawa dan kemasan plastik lainnya cukup membantu. Melonjaknya kesadaran global akan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh plastik telah meningkatkan pembatasan, pada gilirannya, mengurangi permintaan akan produksinya. Dengan upaya daur ulang dan inisiatif keberlanjutan yang mendapatkan momentum di dunia saat ini, industri daging dan plastik diminta untuk beradaptasi dengan lanskap konsumen yang terus berubah. [Ayu/NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020