trubus.id
Peristiwa » Pusat Tekanan Rendah di Samudera Pasifik Sebabkan...
Pusat Tekanan Rendah di Samudera Pasifik Sebabkan Gelombang Tinggi

Pusat Tekanan Rendah di Samudera Pasifik Sebabkan Gelombang Tinggi

Binsar Marulitua - Jumat, 13 Sept 2019 15:30 WIB

Trubus.id -- Badan Meteoroogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi yang akan terjadi di beberapa wilayah perairan di Indonesia dengan tinggi gelombang 1,25 – 4,0 meter. Gelombang tinggi tersebut bakal menerpa dalam kurun waktu 13 – 14 September 2019. 

Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana menginformasikan gelombang tinggi tersebut akibat pusat tekanan rendah 998 hPa di Samudra Pasifik timur Filipina. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan 4 - 30 knot sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 4 - 25 Knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan selatan Banten, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Banda, Perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, Perairan Halmahera, Perairan Sorong - Raja Ampat, Perairan Sermata - Tanimbar, Perairan Kei - Aru, Perairan Merauke, dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Baca Lainnya : Merapi 7 Kali Muntahkan Guguran Lava, Jarak Luncur Capai 1100 Meter

Dari hasil pantauan BMKG, berikut adalah perairan di Indonesia yang diperkiraan mengalami gelombang tinggi 1,25 – 2,50 meter atau kategori sedang yaitu Selat Malaka bagian Utara, Perairan Kep. Selayar - Kep. Sabalana, Perairan Utara Sabang, Laut Flores, Perairan Sabang - Banda Aceh, Perairan Kep. Baubau - Wakatobi Teluk Tolo, Perairan Barat Aceh, Perairan Manui – Kendari, Perairan Timur Kep. Mentawai, Perairan Selatan Kep. Sula hingga Kep. Banggai, Perairan Selatan P. Sumbawa hingga P. Sumba    Laut Banda dan Laut Seram, Selat Sumba, Perairan Selatan Ambon, Perairan P. Sawu hingga P. Rotte – Kupang.

Selanjutnya, Perairan Utara Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, Laut Timor Selatan Ntt dan Laut Sawu, Perairan Utara Kep. Kai hingga Kep. Aru, Laut Natuna Utara dan Laut Natuna, Perairan Fakfak – Kaimana – Amamapere, Perairan Utara P. Bangka, Laut Sulawesi, Selat Karimata dan Laut Jawa, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Utara P. Madura hingga Kep. Kangean, Laut Maluku bagian Selatan, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Halmahera, Perairan Kotabaru hingga Balikpapan, Perairan Sorong – Rajaampat, Selat Makassar, Perairan Jayapura, Perairan Kalimantan Utara, dan Samudra Pasifik Utara Papua.

Baca Lainnya : Merbabu Dilalap Api, BPBD Magelang Masih Tunggu Helikopter untuk Pengeboman Air

Selain itu, perairan di Indonesia yang diperkirakan akan mengalami gelombang tinggi 2,50 – 4,0 meter atau kategori tinggi yaitu Perairan Barat P. Simeulue hingga Kep.Mentawai, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Perairan Timur Bitung – Sitaro, Samudra Hindia Barat Sumatra, Laut Halmahera, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Selatan Jawa hingga P. Lombok, Perairan Selatan Kep. Kai hingga Kep. Aru, Selat Bali - Lombok bagian Selatan    Laut Arafuru, Perairan Kep. Sangihe hingga Kep. Talaud   Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat. 

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar. 

 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020