trubus.id
Life » Kapan Waktu Terbaik Untuk Makan Buah? Menjawab Mit...
Kapan Waktu Terbaik Untuk Makan Buah? Menjawab Mitos dengan Fakta

Kapan Waktu Terbaik Untuk Makan Buah? Menjawab Mitos dengan Fakta

Hernawan Nugroho - Kamis, 12 Sept 2019 19:30 WIB

Trubus.id -- Saat ini banyak beredar informasi di dunia maya, dengan dasar yang tidak jelas menyebutkan bahwa  ada orang bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih baik dari buah jika mereka memakannya di sore hari, dengan perut kosong, atau jika mereka menghindari makan buah bersama dengan makanan tertentu. Tidak ada bukti untuk mendukung klaim itu.

Trubus Mania, ini saatnya kita mengeksplorasi berbagai mitos yang terkait dengan kapan harus makan buah, bersama dengan penjelasan secara faktual dari Cynthia Sass, ahli gizi dari South Florida University seperti yang dipaparkan dalam DailyHealth, terkait cara mengatur waktu asupan buah untuk menurunkan berat badan dan manajemen diabetes. 

1. Mitos: Sore adalah waktu terbaik untuk makan buah

Beberapa sumber menyatakan bahwa makan buah di sore hari dapat memberikan manfaat kesehatan lebih daripada makan buah di pagi hari. Yang lain mengatakan berbeda, mengklaim bahwa waktu terbaik adalah hal pertama di pagi hari dengan segelas air.

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makan buah di pagi atau sore hari mengubah bagaimana buah mempengaruhi kesehatan seseorang. Teori di balik makan buah di sore hari didasarkan pada gagasan bahwa makan camilan gula tinggi selama waktu itu dapat meningkatkan kadar gula darah dan merangsang sistem pencernaan. Namun, semua makanan yang mengandung karbohidrat meningkatkan kadar gula darah, dan waktu sehari hanya sedikit berpengaruh pada hal ini. Faktanya, sistem pencernaan selalu siap untuk memulai kegiatan setiap saat sepanjang hari. 

(foto: gettyimages)

Buah-buahan juga menyediakan berbagai macam vitamin, mineral, dan manfaat kesehatan. Mengkonsumsi buah dengan lemak atau protein sehat dapat memberikan keseimbangan dan energi yang lebih berkelanjutan. Nikmati buah dengan segenggam kecil kacang atau biji atau alpukat untuk camilan padat nutrisi.

 2. Mitos: Hindari makan buah sebelum tidur

Secara umum, makan penuh pada jam-jam sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur seseorang. Namun, saat ngemil di malam hari, makan buah itu kecil kemungkinannya untuk  mengganggu tidur, dibandingkan dengan makanan lain, terutama makanan olahan. Menurut The National Sleep Foundation, makan makanan tertentu sebelum tidur dapat mengganggu tidur akibat proses pencernaan tubuh. Mereka merekomendasikan menghindari makanan dengan gula olahan sesaat sebelum tidur, karena ini dapat menyebabkan tingkat energi naik dan turun dengan cepat. Memilih buah segar bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Mereka menambahkan bahwa makan pisang sebelum tidur memberikan kalium yang dapat mencegah kram kaki malam hari. Termasuk buah-buahan dengan magnesium yang lebih tinggi, seperti pisang raja, aprikot, atau kurma, juga dapat membantu relaksasi dan tidur yang lebih baik.

3. Mitos: Makan buah dengan perut kosong

Beberapa orang percaya bahwa makan buah dengan perut kosong memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar. Mitos ini telah dipopulerkan terutama melalui situs web dan email berantai. Itu berasal dari pemikiran bahwa makan buah bersamaan dengan makanan lain memperlambat pencernaan, artinya makanan makanan itu akan berada di perut untuk waktu yang lama dan dapat membusuk atau memfermentasi. Teori mengatakan bahwa itu menyebabkan gas, kembung, dan ketidaknyamanan pencernaan.

Meskipun benar bahwa buah memperlambat pencernaan, khusus buah-buahan kaya serat saja yang memperlambat perkembangan makanan melalui saluran pencernaan. Namun, itu bukan hal yang buruk. Serat adalah bagian penting dari semua diet dan meningkatkan kesehatan usus. Pencernaan yang lambat juga membantu seseorang merasa kenyang lebih lama.

Bahkan jika buah tetap berada di perut untuk waktu yang relatif lama, buah tidak akan memiliki kesempatan untuk membusuk karena ada kemampuan lambung untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Kebanyakan mikroorganisme tidak mampu tumbuh dalam keasaman lambung.

4. Mitos: Diabetesi jangan konsumsi buah dekat dengan makanan besar

Klaim lain menyatakan bahwa waktu terbaik bagi penderita diabetes untuk makan buah adalah 1-2 jam sebelum atau setelah makan. Mitos ini didasarkan pada gagasan, seperti yang dibahas sebelumnya, bahwa makan buah dengan makanan dapat mengganggu pencernaan, dan bahwa hal ini terutama dapat memengaruhi penderita diabetes, karena masalah pencernaan yang sering terjadi.

(foto: shutterstock)

Pertama, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa makan buah yang terpisah dari makanan akan meningkatkan pencernaan. Kedua, bagi seseorang dengan diabetes, makan buah saja dapat menyebabkan gula memasuki aliran darah lebih cepat, berpotensi meningkatkan gula darah lebih banyak daripada saat makan buah dengan makanan lain.

Daripada mengonsumsi buah-buahan secara terpisah, seseorang dengan diabetes dapat mengambil manfaat dari memasangkan buah-buahan dengan makanan lain yang tinggi protein, serat, atau lemak. Menurut penelitian, protein, serat, dan lemak membantu perut memperlambat pelepasan makanan ke usus kecil. Dengan cara ini, tubuh menyerap jumlah gula yang lebih sedikit pada suatu waktu, yang membatasi pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Penelitian juga menunjukkan bahwa serat larut dapat mengurangi kenaikan gula darah, yang bisa sangat bermanfaat bagi penderita diabetes. Selain itu, menikmati sepotong buah sebelum makan dapat membantu mencegah makan berlebihan, karena membantu rasa cepat kenyang.

Editor : System

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020