trubus.id
Ingin Panjang Umur? Duduk Sebentar dan Bergeraklah Lebih Sering Lagi

Ingin Panjang Umur? Duduk Sebentar dan Bergeraklah Lebih Sering Lagi

Syahroni - Selasa, 27 Agu 2019 13:00 WIB

Trubus.id -- Jurnal medis BMJ hari ini (23/8) menerbitkan sebuah laporan yang menghubungkan tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi dengan intensitas apa pun dengan risiko kematian dini yang lebih rendah pada orang paruh baya dan lanjut usia.

Penelitian sebelumnya telah berulang kali menyarankan bahwa segala jenis perilaku tidak bergerak, seperti duduk diam, tidak baik untuk kesehatan. Menetap selama 9,5 jam atau lebih sehari, tidak termasuk waktu tidur, dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian.

Dipimpin oleh Prof. Ulf Ekelund dari Sekolah Ilmu Olahraga Norwegia yang berlokasi di Oslo, Norwegia, para peneliti menganalisis studi yang menilai bagaimana aktivitas fisik dan waktu menetap dikaitkan dengan risiko kematian dini.

Menggunakan akselerometer - perangkat yang dapat dipakai untuk melacak volume dan intensitas aktivitas - mengukur aktivitas total, tingkat intensitas dipisahkan ke dalam kategori ringan, sedang dan kuat.

Memasak atau mencuci piring adalah contoh intensitas ringan, jalan cepat atau memotong rumput dianggap intensitas sedang, dan jogging atau membawa beban berat digunakan sebagai contoh intensitas yang kuat.

Risiko kematian untuk peserta penelitian adalah sekitar lima kali lebih tinggi untuk mereka yang tidak aktif dibandingkan dengan mereka yang paling aktif, menurut para peneliti.

Penelitian ini dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada 36.383 orang dewasa yang berusia setidaknya 40 tahun dengan usia rata-rata 62 tahun. Peserta dilacak lebih dari rata-rata 5,8 tahun. Namun, temuan dalam penelitian ini mungkin tidak berlaku untuk populasi lain dan orang yang lebih muda.

Setidaknya 150 menit intensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik yang kuat setiap minggu adalah pedoman yang direkomendasikan, menurut National Institute for Health. Meskipun, penelitian ini mengatakan bahwa pedoman ini didasarkan pada aktivitas yang dilaporkan sendiri, yang sering tidak tepat.

Menurut para peneliti, inti dari pesan kesehatan pada masyarakat adalah: "Duduk lebih sedikit dan bergerak lebih sering."

Editor : Syahroni

Berita Terkait

08 April 2020
08 April 2020
08 April 2020

Baca Juga

Berita Lainnya