trubus.id
Sempat Dianggap Gila, Keringat Mbah Sadiman Diganjar Ratusan Juta Karena Reboisasi Gunung Lawu

Sempat Dianggap Gila, Keringat Mbah Sadiman Diganjar Ratusan Juta Karena Reboisasi Gunung Lawu

Binsar Marulitua - Senin, 26 Agu 2019 10:36 WIB

Trubus.id --  Mbah Sadiman, seorang pria yang menginjak usia 'senja' tetap peduli dan gigih melakukan penghijauan di lereng Gunung Lawu, Jawa Timur. Ia mendapatkan penghargaan berupa Apresiasi Dukungan Insan Inspiratif di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah pada Minggu (25/8/2019).

Setidaknya, lahan seluas 250 ha di Bukit Gendol dan Bukit Ampyang, lereng Gunung Lawu, telah digarap lebih dari 11 ribu tanaman khusunya beringin. Hal tersebut berawal dari keresahan dirinya  akibat kerusakan lingkungan, penebangan dan penjarahan hutan yang dilakukan warga dan berimbas pada kehidupan warganya sendiri.

Penanaman dan perawatan tersebut dilakukan sendiri, tanpa bayaran dan tidak mengharapkan imbalan selama 23 tahun terakhir. Warga Dusun Dali, Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri ini malah sempat dianggap kurang waras, ketika memilih melakukan penghijauan ketimbang menanam pangan. 

"Dulu, saya dianggap gila. Ketika (masyarakat) yang lain menanam tanaman pangan, saya malah menanam pohon beringin. Tapi sekarang, apa yang saya tanam itu bisa menghasilkan air untuk warga dan udara menjadi sejuk," tutur Sadiman. 

Baca Lainnya : Menko Luhut Sebut 81 Persen Pengelola Industri Sawit Tidak Memenuhi Ketentuan

Sadiman  memilih tanaman beringin karena tanaman ini memiliki kelebihan sebagai tanaman pencegah erosi. Selain itu, beringin yang ditanam sejak tahun 1996 di bawahnya memunculkan mata air. 

Sekarang warga Desa Geneng di lereng Gunung Lawu sudah merasakan jerih payah dari seorang Mbah Sadiman dan masyarakat setempat mendapat aliran air secara gratis dan mandiri lebih dari 340 KK. 

Sebelumnya, kebakaran hebat pernah melanda desa, kekeringan saat musim kemarau, banjir saat musim hujan, petani tidak cukup mendapat air untuk tanaman, dan warga kesulitan mendapatkan air. 

 “Apa yang telah dilakukan oleh Mbah Sadiman kiranya bisa menjadi contoh bagi kita semua dan bisa mengikut jejak langkah beliau dalam pelestarian lingkungan,” ujar Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan saat membuka acara apresiasi yang dihadiri berbagai pihak tersebut.

Baca Lainnya : Kunjungi Malaysia, Jokowi Akan Bicarakan Diskriminasi Sawit dengan PM Mahathir Mohamad

Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga memberikan dukungan dan penghargaan kepada Sadiman sebagai tokoh penyelamat lingkungan yang gigih dan semangat tanpa pamrih meski sudah memasuki usia lanjut.

Dalam hal ini, BRI mendukung gerakan menanam dan merawat pohon seperti yang dilakukan Sadiman. Wakil Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta, Joko Sudarmo menyerahkan dana sejumlah Rp 100 juta kepada Sadiman atas kepedulian yang tinggi kepada lingkungan dan kemanusiaan. 
 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020