trubus.id
74 Tahun Indonesia Merdeka, Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Laut Sudah Maksimalkah? Simak Penjelasan Ahli

74 Tahun Indonesia Merdeka, Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Laut Sudah Maksimalkah? Simak Penjelasan Ahli

Astri Sofyanti - Kamis, 15 Agu 2019 14:13 WIB

Trubus.id -- Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang nomor dua dunia setelah Kanada. Sebagai informasi, perairan laut Indonesia membentang seluas 5,8 juta kilometer persegi atau seluas 2/3 dari total yurisdiksi nasional yang mencapai 7,73 juta kilometer persegi.

Bahkan, bisa dikatakan bahwa Indonesia juga merupakan negara kemaritiman yang sangat kuat karena menyimpan begitu banyak potensi alamnya mulai dari ekosistem laut, biota laut, keanekaragaman hayati bahkan sektor pariwisata bahari yang sangat potensial.

Selain itu, bukan menjadi hal yang baru jika Indonesia dikenal memiliki wilayah teritorial perairan laut Indonesia sebagai hot spot untuk marine biodiversity.

Baca Lainnya : Menko Kemaritiman Sarankan Jangan Lagi Impor Garam

Lantas, dalam usia 74 Tahun Indonesia merdeka, pemanfaatan potensi sumber daya laut telah dilakukan secara maksimal? Mari simak penjelasan ahli.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengatakan bahwa Konsorsium Riset Samudera ini menjadi solusi utama kita untuk menjawab tantangan 74 tahun Indonesia merdeka.

“Karena kita tahu sendiri, kemaritiman menjadi prioritas utama pemerintah dalam lima tahun terakhir. Laut kita memiliki banyak aspek yang memang harus kita eksplorasi khususnya berbasis riset terlebih dahulu, setelah itu baru yang lain masuk menjadi lebih bagus, karena jika dilakukan riset kebijakannya nanti bisa berbasis pada data,” jelas Laksana kepada Trubus.id di Jakarta, Kamis (15/8/19).

Terkait sektor kemaritiman, dirinya tak menampik bahwa belum banyak dilakukan riset lebih lanjut. Untuk itu. “Tugas kita bersama adalah untuk lebih mengeksplorasi berbagai hal termasuk juga untuk menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.

Baca Lainnya : 7 Kesepakatan Bersama Kemenko Maritim, BMKG, BIG, BPPT, LIPI dan Badan Geologi ESDM Terkait Tsunami di Selat Sunda

Konsorsium Riset Samudera sendiri telah dideklarasikan sejak 2017 dan diikuti oleh Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, dan berbagai universitas di Indonesi

Merespon hal tersebut Deputi Bidang Maritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Arifin Rudiyanto mengatakan, dalam Konsorsium Riset Samureda yag bertujuan untuk pembangunan sektor kelautan yang kuat, terstruktur dan komperhensif, kemaritiman menjadi salah satu prioritasnya.

Baca Lainnya : Susi Pudjiastuti: Pembangunan Kemaritiman Sudah ke Arah yang Benar

“Yang ingin kita kembangkan adalah kebijakan yang berbasis riset/penelitian termasuk di bidang kemaritiman. Nah untuk itu, kita perlu data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan untuk semua aspek terkait kemaritiman kita, jadi kita harus tahu ada apa di sadar laut kita, semua data itu harus kita miliki. Jadi perlu ada Konsorsium Riset Samudera,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kedepannya pemerintah akan berperan memberdayakan semua pihak, maksudnya, pemerintah akan berperan sebagai regulator, fasilitator, inovator, inisiator, sehingga ide Konsorsium Riset Samudera sekaligus mengajak semua pihak untuk bersinergi menciptakan dan memanfaatkan data kelautan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020